Azis Ambadar: Kalau Cuma Ngutang Dan Menaikkan Iuran BPJS, Saya Juga Bisa Jadi Presiden

Politik  JUM'AT, 15 MEI 2020 , 20:22:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Azis Ambadar: Kalau Cuma Ngutang Dan Menaikkan Iuran BPJS, Saya Juga Bisa Jadi Presiden

Presiden Jokowi/Net

Keputusan Presiden Joko Widodo alias Jokowi seringkali membuat kalang kabut rakyat. Seperti sekarang ini, di tengah lumpuhnya daya beli masyarakat, Jokowi masih saja mengeluarkan kebijakan yang tidak populer serta menyengsarakan rakyat.

Demikian diungkapkan mantan politisi PPP Azis Ambadar kepada wartawan di Jakarta, Jumat (15/5).

"Jokowi seakan tak peduli dengan kondisi rakyat yang saat ini tengah mengalami krisis ekonomi," kata Azis.

Padahal, untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari saja masyarakat merasakan kesusahan. Terlebih lagi, banyak pekerja yang terpaksa harus di PHK dikarenakan wabah corona, yang hingga kini belum ada tanda-tanda akan berakhir.

Tragisnya, menurut Azis, di tengah kesusahan masyarakat tersebut Jokowi justru mengeluarkan kebijakan yang lebih memberatkan rakyat.

Terbaru, kabar buruk bagi jutaan peserta BPJS Kesehatan. Karena secara mengejutkan, Jokowi malah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan lewat Perpres Nomor 64 tahun 2020 tentang Jaminan Kesehatan, yang diteken Selasa (5/5/) kemarin.

Hal ini dilakukan setelah Mahkamah Agung (MA) sebelumnya membatalkan Perpres 75/2019.

Jokowi bukannya menerbitkan peraturan baru pengganti Perpres 75/2019 yang isinya mengembalikan angka iuran sesuai Perpres sebelumnya, sang presiden malah menaikkan lagi premi BPJS Kesehatan lewat Perpres baru, hingga hampir 2 kali lipat.

Kalau cuma menaikkan iuran BPJS, menaikkan BBM, listrik naik, harga-harga kebutuhan pokok, duit pinjem, rasa-rasanya saya juga bisa jadi presiden,” ungkap Azis.

Azis menduga menaikkan iuran BPJS Kesehatan adalah satu-satunya cara Jokowi menyelamatkan perekonomian dan defisit keuangan negara.

Defisit keuangan BPJS Kesehatan hampir sekitar Rp13 triliun kok malah dibebankan kepada rakyat yang sedang kesusahan dan kelaparan. Ini kebijakan model apa? Kalau begini, buat apa kita berpemerintah?,” tegas Azis.

Karenanya Azis menyarankan Jokowi legowo untuk mundur apabila sudah tidak mampu mengelola pemerintahan.

Sebab, kalau dilihat dari semua indikator yang terjadi akhir-akhir ini, tidak ada keberhasilan apapun di pemerintahan ini. Terlebih dari sisi ekonomi finansial. Bahkan hutang luar negeri melonjak berkali lipat selama Jokowi berkuasa.

Gentle saja, daripada Pak Jokowi bingung dan semua kebijakannya menyengsarakan rakyat, percuma rakyat sudah tahu kok kalau Pak Jokowi selama ini bisanya cuma ngutang, dan menaikkan harga kebutuhan pokok,” bebernya.

Jadi, sudah lah, letakkan saja jabatan itu, percaya lah banyak orang yang bisa jadi presiden kalau cuma begitu, kasihan masyarakat cuma diminta taat bayar pajak dan bayar iuran ini itu,” pungkas Azis.[dod]

Komentar Pembaca