Soal Penumpukan Penumpang Di Bandara Soetta, Haji Lulung Minta Gubernur Banten Sanksi Angkasa Pura II

Polhukam  SABTU, 16 MEI 2020 , 04:46:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Penumpukan Penumpang Di Bandara Soetta, Haji Lulung Minta Gubernur Banten Sanksi Angkasa Pura II

Penumpukan penumpang di Bandara Soekarno-Hatta/Net

Anggota DPR RI dari Fraksi PAN Abraham Lulung Lunggana alias Haji Lulung mengaku geram dengan insiden penumpukan penumpang yang terjadi di Bandara Soekarno Hatta (Soetta) pada Kamis kemarin (14/5).

Dengan kondisi tersebut, Haji Lulung menilai, selain masyarakat rentan jadi korban penyebaran virus corona, pengelola Bandara juga terkesan cuek dan menyepelekan aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Peraturan PSBB, social distancing dan physical distancing nampaknya hanya dianggap angin lalu," kata Haji Lulung kepada wartawan, Jumat malam (15/5).

Haji Lulung pun meminta Gubernur Banten Wahidin Halim memberikan sanksi kepada pengelola Bandara Internasional Soetta yakni PT Angkasa Pura II.

Angkasa Pura II, kata Haji Lulung, harus bertanggung jawab karena terbukti lalai dan melanggar aturan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).

"Saya mendukung Pak Gubernur Halim agar ada pemberian sanksi karena jelas Angkasa Pura II tidak menjalankan protokol kesehatan dan protokol pengawasannya," tegas Haji Lulung.

Kata Haji Lulung, aturan PSBB menyebutkan bahwa semua kegiatan mengumpulkan orang baik itu terminal, pasar, industri dan lainnya harus memerhatikan protokol kesehatan.

Haji Lulung juga mendesak pemerintah segera mengevaluasi dan membatalkan pelonggaran PSBB. Sehingga kejadian antrean penumpang di Bandara maupun stasiun tidak terulang lagi.

Haji Lulung juga meminta Presiden Jokowi bersikap lebih tegas lagi kepada anak buahnya yang jalan sendiri.

"Jadi, Presiden harus tegas, panggil itu pengelola bandara dan Kemenhub. Kan udah ada aturan PSBB ada Perppu Nomor 1 Tahun 2020, ada juga peringatan dari Gugus Tugas, kenapa masih terjadi kerumunan? Kasihan masyarakat jadi korban," ucap Ketum Bamus Betawi itu.

"Nggak sabar banget sih, nunggu dulu sampai habis Lebaran emang kenapa? Beberapa hari lagi juga sudah Lebaran kok, kenapa harus buru-buru dilonggarkan sekarang?. Kalau masyarakat sih bebas saja, apalagi mereka juga pada pingin pulang kampung," ungkap Haji Lulung.

Haji Lulung kemudian meminta ke depan koordinasi pemerintah dalam perang melawan Covid-19 satu komando dibawah Gugus Tugas.

Tujuannya adalah agar peraturan PSBB dan social distancing yang ingin diterapkan oleh pemerintah bisa efektif dan aktivitas masyarakat segera kembali normal.

Menurut Haji Lulung, jangan sampai simpang siur koordinasi menciptakan kekhawatiran di tengah masyarakat.

"Bolak-balik ratas (rapat terbatas) tiap hari boleh, tapi setelah keluar ke publik harus satu suara. Kebijakan dan informasi yang disampaikan ke masyarakat mestinya harus satu pintu di Gugus Tugas," pungkas Haji Lulung.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok