Jokowi Bantah Longgarkan PSBB, Pengamat: Cuci Tangan Karena Gagal Menerapkan Physical Distancing

Politik  SELASA, 19 MEI 2020 , 08:29:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jokowi Bantah Longgarkan PSBB, Pengamat: Cuci Tangan Karena Gagal Menerapkan <i>Physical Distancing</i>

Presiden Jokowi/Net

Presiden Joko Widodo membantah melonggarkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) seperti yang digaungkan para pembantunya beberapa waktu kebelakang.

Pernyataan itu ditegaskan kepala negara saat membuka rapat terbatas (ratas) virtual di Istana Bogor, Senin (18/5).

Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Andi Yusran mengatakan, terjadinya silang pendapat antara presiden dengan para menterinya terkait pelonggaran PSBB mengindikasikan lemahnya kordinasi dan komunikasi kebijakan.

Hal ini menurut Andi, sepatutnya tidak boleh terjadi dari penyelenggara negara, apalagi dalam manajemen pemerintahan.

"Jokowi ingin ‘cuci tangan’ dalam kasus gagalnya penerapan physical distance ketika memasalnya calon penumpang angkutan udara di Bandara Soetta baru-baru ini," ujarnya kepada Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (19/5).

Kedepannya agar kepercayaan publik tidak semakin merosot kepada penyelenggara negara, khususnya kepada lembaga kepresidenan, Andi menyarankan agar presiden Jokowi ‘irit’ bicara.

"Untuk urusan Covid-19 serahkan sepenuhnya kepada Gugus Tugas dalam mengeksekusi komunikasi kebijakan kepada publik," tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca