Korban Investasi Bodong Puluhan Miliar Polisikan Koperasi Indosurya

Hukum  SELASA, 19 MEI 2020 , 09:47:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Korban Investasi Bodong Puluhan Miliar Polisikan Koperasi Indosurya

Kuasa hukum investasi bodong/Ist

Koperasi Indosurya Cipta kembali dilaporkan ke Polda Metro Jaya oleh para nasabahnya dengan tuduhan dugaan tindak pidana perbankan dan pencucian uang.

Sebelumnya, Koperasi Indosurya Cipta sudah dilaporkan dengan tuduhan dugaan penipuan dan penggelapandengan Lapiran Polisi Nomor: LP/2229/IV/YAN.2.5/2020/SPKT PMJ tertanggal 9 April 2020 Direktorat Kriminal Umum.

Para pelapor diwakili sejumlah kuasa hukum dari Master Trust Law Firm yakni, Alvin Lim, Natalia Rusli, Hendrico, SH, Muhammad Taufan dan Asterina Julifenti Tiarma melapor ke Polda Metro Jaya dengan LP No: TBL/2891/V/Yan 2.5/2020/ SPKT PMJ, tanggal 18 Mei 2020.

Natalia mengatakan, para korban diperdaya dengan cara menyalahgunakan kepercayaannya sehingga menaruh dana mereka dengan total sekitar Rp 60 miliar.

"Kami berharap pihak kepolisian untuk menindaklanjuti laporan ini, sebagaimana tercantum dalam data koperasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah Republik Indonesia dimana Henry Surya dan Stefanie Setiawan selaku Ketua, dan Sonia selaku Bendahara kami cantumkam sebagai terlapor dalam LP," kata Natalia melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

Hendrico menambahkan, jangan terjebak dengan ikut PKPU, seperti kata Hotman Paris dan Otto Hasibuan bahwa perusahaan yang tidak operasional, tidak akan mungkin mampu melunasi dana korban.

Mengutip Hotman Paris, Hendrico mengungkapkan, apabila ingin dana kembali, jalan terbaiknya adalah pelaporan pidana dan minta diusut kemana larinya dana tersebut melalui PPATK.

Jalur pidana juga dapat menyita aset yang disembunyikan dan dialihkan oleh oknum pencuci uang yang nantinya dapat dikembalikan ke korban yang melaporkan pidana.

"Penjarakan oknum penipu dan sita aset mereka yang disembunyikan melalui jalur pidana. Para korban harap bersatu dan mari laporkan dugaan pidana ini," tegas Hendrico.

"Kami membentuk posko yang terdiri dari sejumlah advokat dari beberapa Law Firm yang siap membantu seluruh masyarakat yang menjadi korban penipuan modus investasi bodong” dapat menghubungi kami di nomor posko 081-8899-800. Untuk korban investasi menjadwalkan waktu konsultasi gratis, pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca