Longgarkan Angkutan Umum, Pemerintah Khianati Perjuangan Lawan Covid-19

Polhukam  SELASA, 19 MEI 2020 , 12:14:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Longgarkan Angkutan Umum, Pemerintah Khianati Perjuangan Lawan Covid-19

Terminal Pulogebang/Net

Kebijakan pemerintah yang melonggarkan pengoperasian angkutan umum di tengah pandemik telah meluluhlantakkan semangat perang melawan virus corona atau Covid-19.

Ketua Presidium Indonesia Traffic Watch (ITW) Edison Siahaan mengatakan, dengan dilonggarkannya pengoperasian angkutan umum membuktikan pemerintah tidak fokus dan konsisten melakukan pecegahan penyebaran dan penularan Covid-19.

"Ini sekaligus mengkhianati perjuangan sebagian besar masyarakat yang selama tiga bulan terakhir menghentikan aktivitasnya dan stay at home untuk menaati kebijakan dan imbauan pemerintah," kata Edison melalui keterangan tertulisnya, Selasa (19/5).

ITW mengingatkan, pemerintah seharusnya mengapresiasi partisipasi dan dukungan masyarakat untuk mensukseskan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) dan larangan mudik.

"Tetapi sebaliknya, kenapa pemerintah justru melonggarkan operasional transportasi angkutan umum," tegas Edison.

Seharusnya di tengah penerapan PSBB dan larangan mudik, pemerintah lebih memperketat pembatasan aktivitas. Agar upaya pemutusan rantai penyebaran dan penularan Covid-19 lebih maksimal.

Selain sangat mengecewakan publik, ITW menilai kebijakan pemerintah tersebut juga berpotensi memberikan peluang penyebaran dan penularan Covid-19 semakin tidak terkendali.

"Sehingga PSBB dan larangan mudik serta upaya-upaya lainnya hanya akan menguras anggaran tanpa hasil yang sesuai harapan," ungkap Edison.

"Kebijakan pemerintah melonggarkan operasional transportasi angkutan umum dengan alasan untuk dukungan percepatan penanganan Covid-19, sangat tidak rasional," demikian Edison.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok