Pasien Covid-19 Melonjak Akibat Kebijakan Plin-plan Pemerintah

Politik  JUM'AT, 22 MEI 2020 , 13:03:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pasien Covid-19 Melonjak Akibat Kebijakan Plin-plan Pemerintah

Tamil Selvan/Net

Muncul peningkatan jumlah terinfeksi corona dalam dua hari terakhir. Tercatat pada Kamis kemarin (21/5), ada 973 kasus baru. Angka ini merupakan rekor penambahan tertinggi selama Indonesia terinfeksi virus tersebut.

Di media sosial ramai #indonesiaterserah sebagai aksi protes atas kebijakan pemerintah yang kerap berubah-ubah dan banyaknya masyarakat yang berkerumun.

Menyikapi hal tersebut, pengamat sosial politik Tamil Selvan mengatakan, bahwa gelombang kedua pandemi Corona bisa seperti gelombang tsunami.

Ia berpendapat, semua kekacauan ini karena pemerintah tidak punya target yang jelas dalam menyambut 'new normal life'.

"Ketika pemerintah membuka jalur transportasi di zona merah, saya sudah katakan di daerah akan terjadi tsunami Corona. Ini karena sikap pemerintah dalam mengimplementasikan 'hidup berdamai dengan Corona' atau 'new normal life' tidak jelas. Saya pribadi sepakat dengan konsep tersebut, tapi cara pemerintah ngawur," kata pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini melalui keterangan tertulisnya, Jumat (22/5).

Kang Tamil mengungkapkan, apabila pemerintah sejak awal mempersiapkan konsep aturan dan sanksi yang jelas tentang hidup berdasarkan physical distancing, maka kerumunan orang dapat dicegah.

"Sanksi tegas itu perlu, sebab esensi keadilan ada disana. Saat ini pasar ditutup tapi Industri dibolehkan, kerumunan di bandara terjadi dan tidak ada sanksi. Maka ketika pedagang memaksa membuka secara massal, tentu terjadi kekacauan. Mereka tidak bisa disalahkan, karena cicilan hutang terus berjalan. Mana kebijakan pemerintah yang akan menangguhkan hutang dimasa pandemi ini? Mereka tetap diminta bayar cicilan bunga, mau bayar pakai apa? Jadi pemerintah yang kurang jeli," terang Kang Tamil.

Kang Tamil melihat banyak masyarakat yang setuju dengan konsep new normal life, namun harus memperhatikan masyarakat kecil dan UMKM.

"Masyarakat mendukung konsep new normal life. Yang tidak didukung adalah sikap plin-plan pemerintah. Jika sejak awal pemerintah menerapkan pengaturan jaga jarak di pasar, dan bergerak cepat ketika terjadi kerumunan, tentu kekacauan dapat diminimalisir. Pasar di Salatiga bisa, kenapa di tempat lain tidak. Ini soal kemauan dan orientasi strategi," ungkap Kang Tamil.

Lebih lanjut Kang Tamil mensinyalir ada oknum yang mengkapitalisasi isu seolah para tenaga medis menyerah karena situasi kurang terkendali. Sehingga muncul tagar tersebut. Sebab para tenaga medis melakukan pekerjaan sesuai sumpahnya dan hal itu yang membuat mereka mulia.

"Saya lihat ada pola kapitalisasi yang mengatasnamakan para tenaga medis, seolah mereka kesal dan kecewa. Para tenaga medis itu mulia, mereka tahu apa yang mereka kerjakan sesuai sumpahnya. Nggak ada tenaga medis yang bisa bikin tagar begitu, kerjaan buzzer mungkin. Beberapa teman dokter saya juga memaklumi sikap pemerintah yang harus menjaga siklus ekonomi, yang mereka kritisi adalah caranya," papar Kang Tamil. Disisi lain, Kang Tamil mengatakan bahwa tidak ada yang tahu akhir dari masa pandemi ini, sehingga pemerintah harus mengambil langkah antisipasi yang jelas dan tegas.

"Tidak ada jaminan di daerah yang kurvanya telah menurun, tidak akan terinfeksi kembali. Jadi new normal life adalah solusi terbaik menurut saya. Tinggal lagi kunci kesuksesannya ada pada sikap antisipasi dan konsep yang akan dilakukan pemerintah," pungkas Kang Tamil.[dod]

Komentar Pembaca
Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

Anies-Riza Terima Bantuan Covid-19

KAMIS, 16 APRIL 2020 , 14:15:00

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

Karangan Bunga Wartawan Untuk Riza Patria

RABU, 15 APRIL 2020 , 17:03:00

Persiapan Pemilihan Wagub

Persiapan Pemilihan Wagub

KAMIS, 02 APRIL 2020 , 12:39:00