Memilukan, Ketika Baju Lebaran Lebih Penting Ketimbang Cegah Corona

Peristiwa  SABTU, 23 MEI 2020 , 05:40:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Memilukan, Ketika Baju Lebaran Lebih Penting Ketimbang Cegah Corona

Muara Karta/Ist

Sepekan menjelang Hari Raya Idul Fitri, mendadak muncul kerumunan massa di pasar tradisional dan pusat perbelanjaan di Jabodetabek dan berbagai daerah di Indonesia.

Kerumunan tersebut dianggap sebagai cerminan sikap masyarakat yang "kembali normal, walaupun Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masih diberlakukan untuk meredam laju penyebaran Covid-19.

Warga yang berbelanja ada yang beralasan 'lebih puas' bila belanja di pasar atau mal.

Namun ada pula warga yang mengaku 'dongkol' melihat masyarakat berbondong-bondong belanja kebutuhan Lebaran, "Belanja baru Lebaran, memang mau pergi ke mana?"

"Kondisi ini sangat memilukan, ketika nafsu membeli baju Lebaran lebih besar ketimbang mencegah penularan Corona. Kalau seperti ini, diprediksi akan terjadi pelonjakan kasus setelah Lebaran," kata Ketua Umum Forum Komunikasi Putra Putri TNI AU (FKPP AU), Muara Karta melalui keterangan tertulisnya yang diterima Kantor Berita RMOLJakarta, Sabtu (23/5).

Ironisnya, menurut Karta, dalam beberapa kasus, bantuan sosial (bansos) berupa paket sembako maupun uang tunai yang diberikan pemerintah untuk warga terdampak Covid-19, justru mereka jual kembali demi membeli baju Lebaran anak-anaknya.

"Mereka sama sekali tidak takut mati karena Corona, mereka justru takut tak bisa pakai baju Lebaran," ungkap praktisi hukum senior ini.

Padahal kasus Covid-19 di Indonesia masih terus bertambah. Berdasarkan data yang masuk hingga Jumat (22/5/2020) pukul 12.00 WIB, terdapat penambahan 634 kasus Covid-19 dalam 24 jam terakhir.

Sejumlah kasus baru itu menyebabkan kini ada 20.796 kasus Covid-19 di Indonesia, terhitung sejak kasus pertama diumumkan Presiden Joko Widodo pada 2 Maret 2020.

"Banyaknya kerumunan tentu berpotensi menambah mata rantai kematian akibat Covid-19. Belum lagi yang sudah berjalan selama hampir tiga bulan akan menjadi sia-sia," ungkap Karta.

Karena itulah Karta mengajak seluruh masyarakat untuk tetap menahan diri untuk tidak keluar rumah hingga Corona melemah.

"Pemerintah bersama seluruh elemen sedang mengerahkan tenaga dan fokus bagaimana menyelamatkan ekonomi rakyat dan virus Corona hilang dari bumi Indonesia. Mari kita menjadikan diri kita tetap bugar dengan tidak lupa berjemur sambil berolah raga setiap pagi," tutup Karta.[dod]

Komentar Pembaca