New Normal Cuma Akan Memantik Perdebatan

Politik  RABU, 27 MEI 2020 , 16:59:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

<i> New Normal</i> Cuma Akan Memantik Perdebatan

Adi Prayitno/Net

Langkah Presiden Rodrigo Duterte yang menyatakan para siswa di Filipina tidak akan kembali ke sekolah sampai vaksin untuk virus corona baru atau SARS-CoV-2 sudah ditemukan dan tersedia, berbanding terbalik dengan yang terjadi di Tanah Air.

Pasalnya, saat ini Pemerintah Indonesia tengah mewacanakan untuk membuka kembali sejumlah pusat perbelanjaan meskipun Covid-19 masih mewabah dan berdalih bersiap memasuki fase new normal.

"Tentu Pemerintah Indonesia punya kalkulasi sendiri soal rencana new normal. Misalnya, ingin menggerakkan kembali roda ekonomi," ujar pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno, saat dihubungi Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (27/5).

Kendati begitu, Adi meminta pemerintah dapat bijak dalam membuat keputusan agar tidak menimbulkan masalah baru.

"Pemerintah mesti tunjukkan kurva virus turun. Biar new normal tak memantik perdebatan," tegas Adi

Menurut analisisnya, cara yang dilakukan Duterte berbeda dengan yang diambil Presiden Jokowi dalam menghadapi dampak Covid-19.

Adi mengatakan bahwa Duterte memilih untuk tidak mau berspekulasi. Baginya selama kurva virus tak bisa ditekan total, ia tak akan izinkan seolah beroperasi dan lainnya.

Sementara yang menjadi ramai di Indonesia karena tren data kurva belum menurun tetapi mal direncanakan akan segera dibuka kembali.

"Inilah repotnya negara demokrasi, silang pendapat info, bahkan saling tuding tak bisa dihindari. Kalau kurva masih naik, tapi mal tetap mau dibuka pasti ramai. Banyak kritik kanan kiri," pungkas Direktur Eksekutif Parameter Politik ini.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok