Disiplin Rendah, New Normal Terancam Gagal

Polhukam  SABTU, 30 MEI 2020 , 11:54:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Disiplin Rendah, <i>New Normal</i> Terancam Gagal

Ilustrasi/Net

Gelagat pemerintah untuk menerapkan tatanan kehidupan yang baru atau biasa disebut new normal di tengah pandemik Covid-19 belum memiliki kajian ilmiah yang tepat.

Pengamat kebijakan publik dari Universitas Indonesia (UI), Bambang Istianto menilai demikian. Pasalnya, tingkat kepatuhan masyarakat Indonesia terhadap aturan protokol kesehatan menurutnya masih rendah.

Hal inilah yang akan berpotensi penerapan new normal mengalami kegagalan.

"Selama penerapan PSBB, ketaatan dan kedisiplinan masyarakat terhadap protokol kesehatan seperti menggunakan masker, social distancing dan physical distancing serta penggunaan hand sanitazier tergolong rendah," ujar Bambang Istianto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (30/5).

Karena hal itu, Bambang berharap pemerintah mempersiapkan instrumen kebijakan yang matang sebelum penerapan new normal digalakkan di banyak daerah.

"Konsep new normal bagi masyarakat masih baru dan di lapangan telah timbul pro kontra," ucapnya.

Disamping itu, persiapan instrumen kebijakan yang matang juga bertujuan untuk memaksimalkan tujuan utama pemerintah, yaitu menjadikan fase new normal untuk membalikan roda perekokomian dalam negeri.

"Seperti diketahui segmen kehidupan masyarakat sangat beragam. Misalnya kegiatan di kantor, sekolah, mal, dan lain lain, tentunya terkait dengan program new normal harus dibuat skenario dan panduan sesuai dengan protokol kesehatan," sarannya.

Termasuk, lanjut Bambang, dengan mempersiapkan kebijakan teknis dimasing-masing bidang pekerjaan, dan harus didukung sesuai kajian akedemis agar dapat dipertanggungjawabkan secara scientifict.

"Selanjutnya, dilakukan simulasi dan sosialisasi yang intensif kepada masyarakat agar bisa menerima program new normal tanpa menimbulkan prasangka yang tidak perlu," ungkap Direktur Eksekutif Center of Public Policy Studies (CPPS) ini.

Dengan demikian, Bambang berharap pemerintah bisa mempersiapkan secara mumpuni seluruh elemen dan variabel yang mendukung keberhasilan new normal.

Karena dia mengkhawatirkan target yang ingin dicapai, seperti kesehatan masyarakat terjamin dan ekonomi nasional bangkit kembali.

"Oleh karena itu, sejumlah elemen masyarakat mengingatkan pemerintah agar menerapkan kebijakan program new normal dipersiapkan dengan matang," tutur Bambang Istianto.

"Karena jangan sampai hanya mengejar target memperbaiki kondisi ekonomi, tapi saat ini belum memungkinkan diterapkan new normal. Jika dipaksakan akan kontra produktif," pungkasnya menambahkan.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok