New Normal, Muncul Usulan Tarif Angkutan Umum Naik

Polhukam  SABTU, 30 MEI 2020 , 12:40:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

<i>New Normal</i>, Muncul Usulan Tarif Angkutan Umum Naik

Penumpang Bus Transjakarta/Net

Indonesia Traffic Watch (ITW) mendorong penerapan new normal tidak terkesan hanya berdasarkan keinginan semata, tanpa disertai kesiapan dan kecukupan serta kemampuan.

"Harus dicatat, konsep new normal tidak hanya indah di atas kertas, tetapi juga jangan menabrak realitas di lapangan," kata Ketua Presidium ITW Edison Siahaan melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (30/5).

Untuk itu, ITW mengingatkan agar pemerintah tidak hanya fokus pada persiapan pelaksanaan new normal, tetapi juga harus disertai persiapan pelayanan di bidang tranpsortasi angkutan umum.

"Serta mendorong pemerintah dan semua pihak yang memiliki tugas pokok dan fungsi di bidang lalu lintas dan angkutan jalan supaya siap menjelang penerapan new normal atau tata kehidupan baru dalam situasi wabah Covid-19," ujar Edison.

Menurut Edison, ada beberapa hal yang harus diantisipasi karena potensi menimbulkan permasalahan saat penerapan new normal dilakukan.

Misalnya, saat new normal tetap berlaku aturan protokol kesehatan. Bahkan pendisplinan pada protokol kesehatan saat new normal lebih ditingkatkan, agar saat menjalankan aktivitas tetap sehat dan terhindar dari penularan virus Corona.

Tentu tidak terkecuali ketika menggunakan kendaraan angkutan umum, jaga jarak, tidak kontak langsung harus ditaati sebagai bagian dari protokol kesehatan.

"Nah, new normal dengan pengetatan displin protokol kesehatan, harus disertai dengan ketersediaan kendaraan angkutan umum baik secara kualitas maupun kuantitas," saran Edison.

Edison melanjutkan, pemerintah juga harus memastikan jumlah angkutan transportasi umum sudah cukup untuk melayani kebutuhan masyarakat saat memasuki new normal.

Karena untuk memenuhi social distancing, setiap kendaraan angkutan umum hanya boleh mengangkut penumpang sebanyak 50 persen dari jumlah penumpang yang semestinya. Tentunya angkutan umum yang tersedia saat ini tidak akan mampu melayani masyarakat.

Jika kondisi seperti itu dibiarkan, tentu penerapan new normal akan gagal sekaligus menggali kubur bagi para pelaku usaha di bidang transportasi angkutan umum.

Sebab dengan jumlah penumpang hanya separuh dari kapasitas angkutnya, tidak akan bisa memenuhi biaya operasional.

Sama sulitnya, apabila penerapan protokol kesehatan yang merugikan para pelaku usaha angkutan umum, dibebankan kepada penumpang.

Seperti isu yang beredar di kalangan awak angkutan umum, satu orang penumpang akan dikenakan tarif untuk dua orang penumpang, sebagai kompensasi dari penerapan displin protokol kesehatan.

Sementara hingga saat ini belum ada pembahasan untuk mendapatkan solusi dan kesepakatan antara pemerintah dengan pelaku usaha dibidang transportasi angkutan umum.

Edison meminta apapun alasannya, pemerintah harus memastikan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran (Kamseltibcar) lalu lintas angkutan umum tetap terjaga saat penerapan new normal dilaksanakan.

"Hal ini agar seluruh masyarakat aman dan nyaman serta selamat saat melaksanakan aktivitasnya," tutup Edison.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok