Pangkas TKD ASN Untuk Bansos 1,2 Juta Warga Miskin, Anies Panen Pujian

Megapolitan  SABTU, 30 MEI 2020 , 21:44:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pangkas TKD ASN Untuk Bansos 1,2 Juta Warga Miskin, Anies Panen Pujian

Syahrul Hasan/Ist

Kebijakan Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan memangkas tunjangan kinerja daerah (TKD) aparatur sipil negara (ASN) DKI Jakarta sebesar 25 persen panen pujian publik.

Salah satunya dari Ketua Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Syahrul Hasan.

Karena hasil potongan itu dialihkan untuk anggaran bantuan sosial (bansos) bagi warga miskin dan rentan miskin terdampak wabah Covid-19.

"Pak Anies Baswedan mengambil keputusan dan langkah yang jitu. Prioritas dan keberpihakannya sangat jelas dan tegas, yaitu terkhusus pada warga Jakarta pra sejahtera," kata Syahrul melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Sabtu (30/5).

Kebijakan pemangkasan itu sendiri dalam Peraturan Gubernur Nomor 49 Tahun 2020 tentang Rasionalisasi Penghasilan PNS dalam Rangka Penanganan Covid-19.

"Itu kebijakan cerdas humanis yang patut diapresiasi semua pihak," ujar Syahrul.

Seperti diberitakan, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memotong TKD ASN DKI Jakarta sebesar 25 persen.

Namun demikian, Anies memastikan pihaknya tak memangkas gaji ASN.

"TKD ASN Pemprov DKI Jakarta besarannya 25 persen direlokasi untuk mengamankan anggaran bansos, dan 25 persen berikutnya ditunda pemberiannya karena dialihkan untuk darurat penanganan Covid-19," kata Anies dalam pernyataan resminya yang disiarkan lewat akun resmi Pemprov DKI di Youtube, Jumat kemarin (29/5).

Anies menjelaskan, dalam pembahasan beberapa waktu lalu sempat ada usulan agar bantuan sosial seperti Kartu Jakarta Pintar (KJP) dan bantuan-bantuan lain dipangkas 50 persen. Tujuannya, agar TKD bagi semua ASN bisa dipertahankan.

Anies menyebut nilai pemotongan itu berkisar Rp2 triliun, atau sama dengan 25 persen anggaran TKD.

"Saya perlu tegaskan bahwa mereka yang pra sejahtera itu, yang jumlahnya 1,2 juta orang, yang menerima bansos kita adalah orang-orang yang saat ini mengalami kesulitan ekonomi," kata Anies.

"Pilihannya adalah uang rakyat sebesar Rp2 triliun itu diterima oleh 63 ribu ASN atau diterima 1,2 juta rakyat pra sejahtera di Jakarta. Kita pilih untuk memberikan Rp2 triliun itu bagi rakyat prasejahtera di Jakarta," lanjutnya.

Anies juga memastikan anggaran sebesar Rp4,8 triliun untuk rakyat pra sejahtera tidak diubah. Selain itu, biaya menangani bencana yang semula hanya Rp188 miliar, sekarang menjadi Rp5 triliun.

"Ini adalah untuk penanganan kesehatan, dampak sosial ekonomi, bantuan-bantuan sosial yang terkait dengan Covid-19," ungkapnya.[dod]

Komentar Pembaca
Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

Karangan Bunga Duka Cita Wartawan Balaikota

JUM'AT, 14 AGUSTUS 2020 , 06:40:00

Danjen Kopassus Tutup Pendidikan Komando Angkatan 104
Balkoters Berkurban

Balkoters Berkurban

SABTU, 01 AGUSTUS 2020 , 11:16:00