Menteri BUMN Sakiti Hati Rakyat Sebut Biaya Rawat Pasien Covid-19 Seharga Mobil

Politik  MINGGU, 31 MEI 2020 , 09:59:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Menteri BUMN Sakiti Hati Rakyat Sebut Biaya Rawat Pasien Covid-19 Seharga Mobil

Tamil Selvan/Ist

Menteri BUMN Erick Thohir menyatakan biaya perawatan pasien terinfeksi virus Corona atau Covid-19 sangat mahal.

Menurut data rumah sakit BUMN yang ia terima, biaya perawatan per orang bisa mencapai Rp105 juta untuk 2 minggu.

Bila pasien yang bersangkutan memiliki penyakit tambahan, maka biayanya membengkak hampir 2 kali lipat menjadi Rp215 juta per 2 minggu.

Mahal banget. Jadi kalau bisa bukan enggak boleh sakit, tapi jangan sakit. Kita preemptive dengan pencegahan," ucap Erick dalam diskusi virtual di akun Youtube tempo.co, Jumat (29/5).

Sederhananya, uang Rp 105 juta setara dengan harga mobil baru Daihatsu Ayla Facelift dan uang Rp 215 juta setara dengan harga mobil Daihatsu Terios baru.

Pengamat sosial politik Tamil Selvan menilai pernyataan Menteri BUMN tersebut menyakiti hati rakyat.

Pengamat yang akrab disapa Kang Tamil ini mengingatkan pemerintah bahwa seluruh biaya tersebut berasal dari rakyat.

"Pernyataan itu sangat menyakiti hati rakyat. Dia perlu ingat semua biaya itu termasuk gajinya pun dari rakyat, dan ini masa krisis, tentu kehadiran negara sebesar-besarnya bagi rakyat. Ya begitulah kalau pedagang jadi menteri," kata Kang Tamil melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta, Minggu (31/5). Tamil

Kang Tamil menegaskan bahwa Menteri Kesehatan merupakan komandan di saat krisis kesehatan seperti ini. Bersama dengan itu juga telah dibentuk Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 yang dipimpin oleh Kepala BNPB.

"Sebenarnya informasi Covid-19 cukup keluar dari mereka," ujar Kang Tamil.

Namun sayangnya, dari pengamatan Kang Tamil, saat ini justru banyak menteri yang berupaya mencari panggung di masa pandemik Covid-19.

"Anehnya Menkes dan Kepala Gugus Tugas nggak ada suaranya. Saya kira tidak ada tupoksinya Menteri BUMN bicara tentang ini. Apalagi terkait biaya mahal atau murah, itu ranahnya Menteri Keuangan," ungkap pemilik acara NGOPI di akun Youtube @kangtamil ini.

Kang Tamil menilai buruknya pengelolaan komunikasi publik pemerintah saat ini, salah satu faktornya adalah banyaknya menteri yang mencari panggung pribadi diluar tupoksinya. Belum lagi banyaknya staf ahli yang merasa dirinya setara dengan menteri.

"Komunikasi publik pemerintah ini berantakan karena banyaknya pihak yang mencari panggung. Menteri bicara tidak sesuai tupoksi, staf ahli ambil action melebihi kewenangan," ujar Kang Tamil mengingatkan.

Kang Tamil menyarankan agar pemerintah bersama seluruh jajarannya fokus pada penanggulangan Covid-19 dan penyiapan mekanisme new normal.

"New normal itu adalah solusi terbaik, maka sebaiknya seluruh menteri bisa mensosialisasikan ini dengan baik sesuai tupoksinya," saran Kang Tamil.

Kang Tamil menambahkan, tumpang tindih informasi yang dikeluarkan pejabat publik berimbas kepada kepercayaan publik terhadap Presiden Joko Widodo.

"Dampak dari aksi berebut panggung ini, jika kebijakannya tepat yang dipuji menterinya. Tapi kalau kebijakan atau statement menteri melenceng, yang dihujat presidennya. Maka apapun yang dilakukan para menteri, yang dipertaruhkan adalah kepercayaan publik kepada Pak Presiden. Pak Menteri ingat, 2024 itu masih lama," sindir Kang Tamil.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok