Stop Provokasi Kasus Luhut Vs Said Didu

Polhukam  MINGGU, 31 MEI 2020 , 13:30:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Stop Provokasi Kasus Luhut Vs Said Didu

Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum/Ist

Polisi segera melakukan gelar perkara terkait kasus pencemaran nama baik Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan oleh mantan Sekretaris BUMN Said Didu. Sebelum gelar perkara, penyidik akan memeriksa saksi ahli terlebih dahulu.

"Selanjutnya penyidik akan memeriksa saksi ahli dan melakukan gelar perkara," kata Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan dalam konferensi pers yang disiarkan akun YouTube Tribrata TV, Rabu (27/5).

Ahmad mengatakan penyidik juga tidak melayangkan pemanggilan ulang terhadap perekaman pernyataan Said Didu yang sebelumnya mangkir.

Seperti diketahui, Said Didu dilaporkan atas tuduhan pencemaran nama baik yang dilayangkan oleh penasehat hukum Luhut Binsar Pandjaitan, Arief Pratamijaya.

Pelaporan ini didasari unggahan video akun YouTube Said Didu berjudul 'MSD: LUHUT HANYA PIKIRKAN UANG, UANG, UANG,' yang berdurasi 22,44 menit. Pernyataan Said Didu dalam video tersebut disiarkan berulang-ulang dan beredar di media sosial.

Said Didu sempat mangkir dari panggilan dengan alasan mematuhi pembatasan sosial berskala besar (PSBB) karena virus Corona. Namun akhirnya Said Didu memenuhi panggilan polisi untuk diperiksa.

Menanggapi kasus ini, Koordinator Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum, Adi Nugroho meminta publik mempercayakannya kepada aparat penegak hukum.

"Indonesia negara hukum. Percayakan kepada penegak hukum. Kami minta stop penyebaran provokasi dan hoaks kasus Luhut versus Said Didu," kata Adi melalui keterangan tertulisnya kepada Kantor Berita Politik RMOLJakarta. Adi juga menilai, perkara pencemaran nama baik dan fitnah yang diduga dilakukan oleh Said Didu merupakan murni perkara hukum.

"Untuk itu, kami dari Aliansi Masyarakat Penegak Supremasi Hukum mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat Indonesia, agar jangan sampai terprovokasi dan terpolitisasi dengan persoalan tersebut," ujar Adi.

Apalagi belakangan, kata Adi, banyak sekali informasi tak benar alias hoaks yang beredar secara masif di beragam media sosial dan kanal Youtube terkait persoalan tersebut, yang sengaja dibuat dan disebar oleh orang-orang tidak bertanggung.

"Kami harap masyarakat agar tetap tenang dan jangan terprovokasi oleh hasutan-hasutan yang justru memecah-belah sesama anak bangsa," ungkap Adi.

"saat ini masalah tersebut telah ditangani oleh pihak kepolisian. Jadi kita tunggu hasil kepolisian bekerja. Biarkan proses penegakan berjalan dengan baik, tanpa ada intervensi dari siapapun dan pihak manapun juga," pungkas Adi.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok