Wahyu Dewanto: Imbas Perpanjangan PSBB DKI, Krisis Ekonomi Sekaligus Sosial

Megapolitan  RABU, 03 JUNI 2020 , 12:41:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Wahyu Dewanto: Imbas Perpanjangan PSBB DKI, Krisis Ekonomi Sekaligus Sosial

Wahyu Dewanto/Ist

Provinsi DKI Jakarta menjadi wilayah pertama yang melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk menekan angka penularan virus corona baru (Covid-19).

PSBB sudah berlaku di wilayah DKI Jakarta mulai Selasa (7/4) silam. Namun sampai detik ini belum ada kejelasan sampai kapan PSBB itu diterapkan.

Sementara di daerah lain sudah mulai melakukan relaksasi dan bersiap bangkit dari keterpurukan ekonomi akibat pandemik Covid-19.

"Kita PSBB pertama tetapi diperpanjang terus, ekonomi ditutup juga, pajak pun harus bayar. Tapi di daerah lain sudah mulai relaksasi. Asas keadilannya dimana? Nah ini mesti dipikirkan keras," kata Anggota Fraksi Partai Gerindra DPRD DKI Jakarta, Wahyu Dewanto melalui video di akun YouTube, Rabu (3/6).

Perpanjangan PSBB tidak hanya berdampak pada terjadinya krisis ekonomi, tapi krisis sosial juga. Selain itu penerapan PSBB yang dilakukan selama tiga tahap telah berdampak terhadap psikologi masyarakat Jakarta.

Untuk itu Wahyu meminta kepada Pemprov DKI Jakarta untuk mencari solusi dan inovasi untuk bisa bangkit dari kondisi yang saat ini dialami.

"Jadi jangan didebat kita tidak setuju aspek kesehatan, salah itu. Kita sangat setuju, menjaga jangan tertular Covid, prinsip betul itu," tegas anggota Komisi B DPRD DKI itu.

"Tapi Jakarta yang menerapkan pertama (PSBB) tapi kenapa sekarang Jakarta yang dibebankan terus menerus dengan tidak adanya solusi," ungkap Wahyu.

Wahyu mengingatkan bahwa kondisi ekonomi ibukota saat ini sudah makin lesu juga berdampak pada pendapatan warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) hingga pekerja harian.

"Kita harus siap masuk fase new normal. Ini penting disadari semua pihak terutama masyarakat bahwa jangan sampai hanya pandemi di bidang kesehatan kemudian kita berlarut-larut tidak cerdas menghadapi Covid-19, kita juga memasuki apa yang dinamakan pandemi ekonomi," terang Wahyu.

"Perlu diingat juga 70% perputaran uang itu di Jakarta. Kemudian juga Jakarta menyumbang cukup signifikan terhadap pendapatan nasional, khususnya penerimaan pajak," pungkas Wahyu.

Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebelumnya menyampaikan sedang menyiapkan protokol kesehatan yang akan diterapkan di ibukota saat kenormalan baru (new normal) diberlakukan.

Protokol tersebut akan menjadi pedoman dalam menjalankan aktivitas dengan tetap melakukan upaya pencegahan penularan Covid-19 ketika PSBB berakhir.

"Kami akan umumkan protokol-protokol untuk setiap sektor industri, dan protokol-protokol yang harus ditaati oleh seluruh masyarakat," kata Anies Selasa (26/5).

Anies tidak menjelaskan secara rinci sudah sejauh mana pembahasan dan seperti apa protokol kesehatan untuk pola hidup normal baru di Jakarta.

Namun dia memastikan bahwa hal itu akan diumumkan setelah adanya keputusan apakah PSBB di Jakarta berakhir atau diperpanjang.

Untuk diketahui, PSBB tahap tiga DKI akan berakhir pada Kamis besok (4/6). Kendati demikian sampai hari ini belum ada kepastian apakah akan kembali diperpanjang atau mulai menerapkan fase new normal.[dod]

Komentar Pembaca
Viral!! Aksi Menunggang Sapi Raksasa di Boyolali
Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

Jasad ABK WNI Ditemukan di Frezeer Kapal China

JUM'AT, 10 JULI 2020 , 21:30:00

New Normal New Ideas

New Normal New Ideas

MINGGU, 05 JULI 2020 , 02:30:19

Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok
Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading