Pak Jokowi, Segera Perintahkan Polisi Proses Abu Janda

Polhukam  RABU, 03 JUNI 2020 , 17:32:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Pak Jokowi, Segera Perintahkan Polisi Proses Abu Janda

Abu Janda/Net

Presiden Joko Widodo diharapkan "menginstruksikan" kepada para pendukungnya atau buzzer untuk tidak melakukan ancaman, ujaran kebencian maupun fitnah melalui narasi di media sosial.

Demikian disampaikan Pegiat Media Sosial Darmansyah melalui keterangan tertulisnya, Rabu (3/6).

"Karena aktivitas buzzer yang negatif justru merugikan Jokowi," kata Darmansyah.

Darmansyah kemudian mencontohkan dua orang buzzer Jokowi yang kerap berulah di media sosial.

Kedua buzzer tersebut adalah Ade Armando dan Permadi Arya alias Abu Janda.

"Jokowi harus menegaskan kepada para pendukungnya, seperti Ade Armando, Abu Janda dan lainnya agar tidak melakukan ujaran kebencian yang dapat memecah belah persatuan sesama anak bangsa," ujar Darmansyah.

Secara khusus, Darmansyah mengharapkan Jokowi agar memerintahkan aparat kepolisian memproses Abu Janda karena diduga telah melakukan pelecehan terhadap agama Islam.

"Tindakan tegas itu perlu dilakukan agar publik tahu bahwa Jokowi tidak melindungi orang seperti Abu Janda yang kerap melakukan ujaran kebencian," tegas Darmansyah.

Pasalnya, hingga saat ini, polisi belum juga memeriksa Abu Janda terkait laporan dugaan pelecehan agama Islam.

"Hal ini penting supaya Jokowi dianggap pemimpin yang adil dan bijaksana dengan tidak membela pendukung atau buzzernya dari jeretan hukum," pungkas Darmansyah.

Kabag Penum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan mengatakan, kasus Permardi Arya alias Abu Janda terkait ujaran kebencian di media sosial masih didalami oleh Bareskrim Polri. Karena itulah, ia belum mendapat jawaban dari Bareskrim tentang kasus tersebut.

"Belum dapat jawaban dari Bareskrim Polri. Nanti bila ada update akan saya sampaikan," kata Ramadhan, Selasa (2/6).

Sebelumnya Mabes Polri akan melakukan penyelidikan dan pemanggilan terhadap Permadi Arya alias Abu Janda pada Jumat (29/5) lalu terkait kasus dugaan ujaran kebencian melalui media sosial.

Namun Abu Janda tak memenuhi panggilan aparat kepolisian tersebut alias mamgkir.

Abu Janda diketahui dilaporkan IKAMI ke Badan Reserse Kriminal Polri pada 10 Desember 2019.

Saat itu ia dilaporkan karena melontarkan kata-kata yang dianggap ujaran kebencian di media sosial, yakni "Teroris punya agama dan agamanya adalah Islam".

Laporan ini diterima Bareskrim dengan ‎nomor STTL/572/XII/2019/Bareskrim. Namun, penyelidikan baru dimulai pada akhir Mei 2020.

Sebelumnya, Permadi Arya juga dilaporkan ke Polda Metro Jaya dengan dugaan ujaran kebencian dan penodaan agama.

Pelapor yang bernama Alwi Muhammad Alatas menilai Abu Janda telah menghina dengan menyebut bendera tauhid merupakan bendera teroris.

"Dia menghina syariat Islam dengan mengatakan bendera yang bertuliskan kalimat Lailahailallah Muhammadarasulullah dikatakan bagian dari bendera teroris dan ini jelas-jelas melukai hati kami sebagai umat Muslim," ujar Alwi setelah melapor di Mapolda Metro Jaya, Rabu (14/11/2018).[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00