Soal Duit Nasabah, MPIP Tegaskan Bertanggungjawab

Hukum  KAMIS, 04 JUNI 2020 , 11:04:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Soal Duit Nasabah, MPIP Tegaskan Bertanggungjawab

Ilustrasi/Net

Sejumlah investor PT Mahkota Properti Indo Pratama (MPIP) diwakili kuasa hukum Alvin Lim melaporkan Raja Sapta Oktohari (RSO) ke Polda Metro Jaya.

Polemik terjadi karena RSO ternyata sudah tidak lagi menjabat direksi di PT MPIP ketika kasus tersebut dilaporkan.

Koordinator Tim PKPU PT MPIP dan PT MPIS, Daniel Setyonegoro mengatakan, kasus investasi sudah sering terjadi di dunia usaha.

Daniel menilai, semua sengketa ataupun kasus perdata niaga sudah diatur oleh hukum. Jadi kedua pihak, baik perusahaan maupun investor, sepanjang patuh dan sabar dengan aturan hukum pasti bisa diselesaikan secara baik-baik.

"Soal laporan yang diajukan beberapa orang investor, itu hak warga negara untuk menempuh jalur hukum. Tetapi sebaiknya para investor itu mengkaji terlebih dahulu masalah hukum yang ada, karena sebenarnya ikatan hukum yang terjadi adalah melulu urusan hukum perdata dan sudah ditempuh jalur PKPU untuk penyelesaiannya," kata Daniel melalui keterangan tertulisnya, Kamis (4/6).

Meski demikian, kata Daniel, ada beberapa hal yang membuat agak kurang pas. Karena yang melaporkan RSO jumlahnya hanya lima orang, sementara investor MPIP lebih 1.800 orang, yang saat ini hampir semua telah mendaftar di PKPU.

"Mereka sedang dalam tahap verifikasi hutang piutang dengan tim pengurus," ujar Daniel.

Daniel menambahkan, laporan lima inbestor ke Polda Metro tidak mewakili keinginan seluruh investor. Terdapat mekanisme rapat kreditur dalam proses PKPU yang membicarakan seluruh permasalahan hutang piutang dan masalah perusahaan.

"Jadi jalur PKPU itu memberi perlindungan hukum bagi seluruh Investor bukan segelintir Investor. Berikutnya, laporan yang diarahkan terkesan salah alamat, mau menyelesaikan persoalan dengan perusahaan tapi yang dilaporkan tindak penipuan oleh RSO, jadi kurang pas dan sangat dipaksakan," ungkap Daniel.

Terkait soal bagaimana posisi antara MPIP dengan investornya, Daniel menegaskan, investor tidak perlu khawatir.

" Ada dua alasan mengapa tidak perlu ada kepanikan dan kekhawatiran. Pertama, pihak MPIP memiliki itikad baik untuk terus berkomunikasi dengan para investor. Bahkan sejak November 2019, direksi melakukan road show untuk berbicara dengan para Investor. Road show ini akan dilanjutkan untuk menyampaikan rencana penyelesaian kewajiban MPIP kepada para investornya," terang Daniel.

Daniel melanjutkan, soal solusi penyelesaian kasus, saat ini MPIP juga sedang melakukan proses verifikasi tagihan-tagihan para investor terkait PKPU.

"Proposal restrukturisasi sedang dipersiapkan oleh manajamen Mahkota yang segera akan disampaikan kepada investor dalam rapat kreditur di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut dan perusahaan tetap patuh pada proses PKPU, artinya kan pihak perusahaan tidak lari dari tanggung jawab," ucap Daniel.

"Hal kedua, pihak investor sampai hari ini bisa berkomunikasi dengan baik, setiap hari dengan pihak perusahaan, karena kesepahaman dan kerjasama adalah kunci penyelesaian kasus ini, sehingga mendapatkan solusi terbaik untuk semua pihakā€ demikian Daniel.[dod]

Komentar Pembaca