Masuk New Normal, Bisma Imbau Warga Tak Lagi Caci Maki Pemimpin

Polhukam  JUM'AT, 05 JUNI 2020 , 11:24:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Masuk <i>New Normal</i>, Bisma Imbau Warga Tak Lagi Caci Maki Pemimpin

John Palinggi (kedua dari kiri) bersilaturahmi dengan Pengurus Besar PBNU/Ist

Pelonggaran pembatasan sosial berskala besar (PSBB) dinilai tak bisa otomatis mengangkat perekonomian yang terpuruk akibat pandemi Covid-19.

Dibutuhkan waktu dan proses yang tidak sebentar untuk memperbaiki perekonomian. Hanya saja, bila ingin mempercepat, maka dibutuhkan sikap taat dan tunduk terhadap aturan pemerintah.

Demikian disampaikan Ketua Harian Badan Interaksi Sosial Masyarakat (Bisma) Wadah Kerukunan umat Beragama, John N. Palinggi melalui keterangan tertulisnya, Jumat (5/6).

"Juga hentikan kebiasaan menghina orang lain, termasuk pemerintah. Sebab, belum tentu yang suka menghina-hina itu kalau dikasih kepercayaan memimpin bangsa ini bisa berbuat lebih baik," kata John.

Menurut John, jika saat ini pemerintah dengan segala kalkulasinya mencoba memberi kelonggaran, terutama dalam berbisnis, itu harus didukung, sebagai bentuk perhatian terhadap dunia usaha. Karena pada akhirnya roda ekonomi memang harus digerakkan kembali.

"Jangan merasa diri paling hebat. Mungkin saja ada kekurangan dalam kebijakan pemerintah dan aplikasinya, ya kasih masukan saja. Bukan malah menghina-hina lewat media sosial dan lainnya. Tuhan marah kepada orang yang gemarnya mencaci-maki sesamanya," ujar John.

Bicara 'new normal life', menurut John, salah satunya adalah perubahan perilaku. Salah satunya stop menghina orang lain, apalagi pemimpin bangsa.

"Saya melihat selama pandemi Covid-19, Presiden Jokowi dan seluruh jajarannya telah berupaya keras menerapkan kebijakan-kebijakan strategis. Meski dicerca dan dihina, namun so far semua berjalan baik dan efektif," ungkap John.

Bahkan, komunikasi dan koordinasi pusat dan daerah berjalan sangat smooth dan terarah.

"Untuk bisa demikian, tidak semudah membalikkan telapak tangan," ungkap John yang juga Ketua Umum Asosiasi Rekanan Pengadaan Barang dan Distributor Indonesia (Ardin) ini.

Dikatakan John, new normal adalah upaya pemerintah menyeimbangkan antara ketaatan masyarakat pada protokol kesehatan dengan mencoba memutar pelan-pelan roda perekonomian. Jadi, memberi kelonggaran untuk menstimulasi perekonomian menuju normal.

John melukiskan, kenapa Tuhan mengizinkan Covid-19 melanda dunia ini dimana orang sekarang diwajibkan pakai masker. Bisa jadi itu pertanda, kita harus bertobat untuk tidak lagi gampang menghina, mencaci, menipu, membohongi, serta menggunjingkan orang lain.

"Hati-hati, kalau kita tidak tanggap dengan tanda-tanda ini, bukan tidak mungkin kedepan, maskernya akan naik menutupi mata kita. Hentikan semua kebiasaan negatif kita, supaya maskernya turun ke bawah dan kita bisa hidup normal kembali," pungkas John.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00