Alhamdulillah, Salat Berjamaah Tak Lagi Jadi Momok Penyebaran Covid-19

Megapolitan  SABTU, 06 JUNI 2020 , 13:37:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

<i>Alhamdulillah</i>, Salat Berjamaah Tak Lagi Jadi Momok Penyebaran Covid-19

Salat Jumat era new normal/Ist

Setelah hampir tiga bulan vakum, seluruh masjid di Jakarta dan sekitarnya, pada Jumat kemarin (5/6), kembali menggelar salat Jumat. Kaum muslimin pun tampak bergembira melaksanakan kewajibannya tersebut.

"Ahamdulillah pelaksanaan salat Jumat pertama kali sejak pandemi Covid-19, sekitar tiga bulan lalu, berlangsung lancar," kata Ketua Koordinasi Dakwah Islam (KODI) Provinsi DKI Jakarta KH Jamaluddin F Hasyim melalui keterangan tertulisnya, Sabtu (6/6).

Menurut Jamaluddin, umat Islam berhasil menunjukkan ketaatan dan kedisiplinan mereka terhadap protokol kesehatan.

"Hal ini menjamin pelaksanaan ibadah berjamaah bukanlah momok penyebaran wabah seperti sering didengungkan," ujar Jamaluddin.

Kata Jamaluddin, pemandangan salat Jumat kemarin otomatis menjawab polemik soal adanya beda perlakuan antara larangan berkerumun di rumah ibadah (bukan hanya masjid) dan fasilitas umum seperti pasar dan terminal.

Apalagi fatwa seputar ibadah selama masa pandemi oleh MUI menjadi dasar pemerintah melakukan pelarangan.

Umat Islam dan umat lain berada dalam kondisi dilematis antara tetap menegakkan syiar agama dengan meramaikan rumah ibadah, atau patuh pemerintah dengan konsekuensi rumah ibadah kosong dan sepi dari syiar agama.

"Tentu umat beragama tidak ingin mengalami seperti di Korea dimana episentrum penyebaran masif Covid- 19 disana justru berawal dari gereja. Gereja lalu mengalami semacam bullying dari berbagai pihak atas penyebaran ini, padahal hal itu terjadi diantara umatnya sendiri dan tidak ada peran pengurus gereja. Tetap saja publik yang marah menggeneralisir tanpa kompromi," ungkap Jamaluddin mengingatkan.

"Kita dapat bayangkan bagaimana kalau itu terjadi di Indonesia, masjid jadi sasaran tuduhan sebagai basis penyebaran wabah. Meskipun, terdapat perbedaan mendasar antara peribadatan umat Islam dengan agama lain, dimana wudhu adalah pembersihan diri sebelum salat dilaksanakan. Apalagi salat Jumat biasanya diawali mandi di rumah," sambungnya.

Jamaluddin kemudian mencintohkan apa yang menimpa komunitas jamaah tabligh. Bagaimana sebuah kelompok dakwah yang terkenal santun dan selalu bersih menjaga sunnah itu justru jadi sumbu penyebaran di wilayah Asia Tenggara dan daerah-daerah di Indonesia.

"Jamaah tabligh ini tak ayal menghadapi cibiran bahkan hujatan publik yang seakan melupakan jasa mereka dalam dakwah Islam," ucap Jamaluddin.

Memasuki era new normal, umat Islam dan umat beragama lain mendapat angin segar pelaksanaan syiar agama di rumah ibadah. Umat harus menyambut ini dengan semangat menunjukkan bahwa keputusan new normal ini akan berlangsung terus tanpa harus kembali ke PSBB akibat keteledoran umat yang meningkatkan angka kasus Covid-19 lagi.

"Selamat datang era normal baru, semoga dengan pertolongan Allah kita bisa menurunkan angka penularan wabah Covid 19 hingga habis sama sekali dan cepat pulih kembali," pungkas Pengasuh Ma'had Aly Al-Aqidah Al-Hasyimiyah Jakarta ini.[dod] ,

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok