Digaransi Kapolda Metro Laporan Diusut Tuntas, Nasabah Investasi Bodong Lega

Hukum  SENIN, 08 JUNI 2020 , 18:14:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Digaransi Kapolda Metro Laporan Diusut Tuntas, Nasabah Investasi Bodong Lega

Alvin Lim dampingi nasabah korban investasi/Ist

Sejumlah nasabah yang tergabung dalam paguyuban korban investasi bodong PT MPIP/ PT MPIS dan PT OSO Sekuritas Indonesia akhirnya bisa sedikit bernapas lega. Pasalnya laporan polisi yang mereka sampaikan digaransi akan diusut tuntas penyidik Polda Metro Jaya.

Penegasan tersebut disampaikan juru bicara korban investasi bodong PT OSO Sekuritas Indonesia, Susanto usai bertemu langsung Kapolda Metro Jaya Irjen Pol Nana Sudjana dan Dirkrimsus Polda Metro Jaya Kombes Pol Roma Hutajulu, Senin (8/6/).

Susanto mengatakan, Kapolda menjamin penanganan kasus yang dilaporkan akan tegak lurus sesuai alat bukti yang ditemukan penyidik.

”Kami sudah lega, ada harapan keadilan dan hukum ditegakkan. Karena sebelumya telah berprasangka buruk kepada penyidik," kata Susanto melalui keterangan tertulisnya.

Pasca bertemu Kapolda, menurut Susanto, paguyuban korban investasi bodong PT MPIP/ PT MPIS dan PT OSO Sekuritas Indonesia batal menggelar unjuk rasa di depan Istana Negara.

Advokat Alvin Lim dan tim kuasa hukum paguyuban korban investasi bodong PT MPIP/ PT MPIS dan PT OSO Sekuritas Indonesia mengapresiasi Kapolda dan seluruh jajaran Polda Metro Jaya yang sudah mau memfasilitasi para korban untuk menyampaikan aspirasinya.

"Terima kasih sudah mau mendengarkan aspirasi para korban dan menjamin bahwa semua laporan polisi akan berjalan lurus tajam sesuai undang-undang," ujar Alvin.

"Hal ini menunjukkan sikap kepemimpinan yang baik dan bisa menjadi contoh polisi yang promoter," sambungnya.

Sebelumnya, Pengamat Hukum Pidana dari Universitas Bhayangkara Jakarta, Dwi Seno Wijanarko menjelaskan, mens rea perbuatan dugaan pidana petinggi perusahaan investasi telah terang benderang dalam tayangan video pada November 2019.

Dalam video tersebut, kata Dwi, bos perusahaan terlihat membujuk rayu, menggerakan hati para calon nasabah yang hadir agar memasukkan dana ke PT MPIP miliknya, dengan mengatakan akan memberikan deviden selain dapat bunga.

"Telah memenuhi unsur bujuk rayu dan rangakaian kebohongan pada pasal 378KUHP tentang penipuan," kata Dwi.

Ditambah dengan tidak dikembalikannya dana para pelapor ketika jatuh tempo, memenuhi unsur penggelapan yang ada "didalam kekuasaannya" dengan mendaku” uang milik orang lain, dalam hal ini kepunyaan para nasabah, sesuai pasal 372 KUHP tentang penggelapan.[dod]

Komentar Pembaca