Warga Protes Tarif Listrik Naik, PLN: Yang Benar, Konsumsi Listrik Rumah Tangga Naik 4,7 Persen

Megapolitan  KAMIS, 11 JUNI 2020 , 06:30:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Warga Protes Tarif Listrik Naik, PLN: Yang Benar,  Konsumsi Listrik Rumah Tangga Naik 4,7 Persen

Doddy B Pangaribuan/Ist

General Manager PLN Unit Induk Jakarta Raya Doddy B. Pangaribuan memaklumi adanya keluhan masyarakat soal dugaan kenaikan listrik karena suasana kebatinan dari lesunya perekonomian akibat wabah Covid-19, khususnya di Ibukota.

Dari keluhan itu, Doddy mengaku jajaran PLN DKI mengevaluasi konsumsi listrik pelanggan satu per satu. Untuk di DKI, hampir 97% keluhan itu sudah bisa dijawab, bisa ditangani. artinya komplain tersebut bisa dijelaskan dan bisa dipahami.

"Saya jelaskan, untuk anggapan bahwa tarif listrik naik, saya tegaskan kembali bahwa tarif listrik itu tidak naik. Lagi pula, tarif listrik tidak naik sejak tahun 2017," kata Doddy dalam acara diskusi yang berjudul Syawal Virtual yang dihelat Koordinator Wartawan Balai Kota-DPRD, Rabu (10/6).

Faktanya, kata Doddy, listrik yang membengkak dihitung dari jumlah pemakaian pelanggan tiap bulannya. Jika pemakaian listrik di rumah semakin sering dilakukan, otomatis biaya yang dibebankan turut naik.

Doddy lalu memberi gambaran soal survei konsumsi listrik di Jakarta pada Mei 2020. Survei dilakukan kepada 50 sampel pelanggan dari berbagai sektor.

Hasilnya, pemakaian listrik dari awal bulan Mei pada sektor rumah tangga naik sebesar 4,73 persen. Sebaliknya, konsumsi listrik di sektor bisnis turun 11,38 persen, sektor sosial turun 9,52 persen, pemerintah turun 6,9 persen, dan sektor industri turun 15,8 persen.

Di bulan Mei, Jakarta sedang menerapkan status Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB). Masyarakat lebih banyak beraktivitas, belajar, dan bekerja dari rumah.

Saat PSBB, sejumlah perusahaan dan pusat perbelanjaan juga tutup. Beberapa dari mereka bahkan mengajukan penurunan daya hingga berhenti berlangganan.

"Ini mungkin menjadi penyebab dari banyaknya pelanggan kami yang cukup terkejut menerima tagihan listrik," tutur Doddy.

Lebih lanjut, bagi konsumen yang masih meragukan pengolahan data PLN, kata Doddy, PLN membuka ruang komunikasi di PLN contact center 123.

"Kemudian kita juga membuka channel di Facebook, Twitter, Instagram dan lain-lain," tutupnya.[dod]

Komentar Pembaca