Gugatan Terhadap RSO Tak Mewakili Mayoritas Nasabah

Hukum  KAMIS, 11 JUNI 2020 , 09:01:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Gugatan Terhadap RSO Tak Mewakili Mayoritas Nasabah

Ilustrasi/Net

Sejumlah nasabah PT Mahkota Properti Indo Senayan (MPIS) dan PT Mahkota Properti Indo Permata (MPIP) masih menyimpan optimisme bahwa kasus investasi di dua perusahaan tersebut segera rampung.

Salah satunya disampaikan nasabah bernama Budi Wirawan yang sudah bergabung sejak tahun 2017.

Budi mengatakan, ada iktikad baik dari MPIP dan MPIS terkait pengembalian dana nasabah.

Kesan saya terhadap PT Mahkota, pertama, pihak manajemen ada iktikad positif dan bertanggungjawab. Kedua, mereka tidak lepas tangan dan ada inisiatif. Misalnya ada pernyataan resmi, press conference, dan memberikan perkembangan informasinya," kats Budi melalui keterangan tertulisnya, Kamis (11/6).

Budi Wirawan mengaku mengetahui dan mengikuti perkembangan tentang adanya pihak yang menggugat Raja Sapta Oktohari (RSO) atas investasi di Mahkota. "Para penggugat itu hanya sebagian kecil saja. Menurut saya tujuan dan goal mereka itu kurang pas. Tujuan saya bagaimana perusahaan mengembalikan dana saya. Intinya dana kembali dan tidak ingin bikin konflik. Gugatan itu tidak mewakili mayoritas suara nasabah," ujar Budi.

Budi menambahkan, bahwa dia kurang cocok dengan gugatan itu. Budi menilai pihak penggugat seakan mau menyeret manajemen supaya jatuh.

Padahal pihak Mahkota tidak menyatakan bahwa dana investor tidak balik,” kata Budi.

Awalnya Budi juga panik dengan isu gagal bayar. Tapi menurutnya tentu tidak serta merta, pasti ada penyebabnya.

Penyebab kondisi seperti pandemi ini pastilah kena. Saya lihat dari struktur perusahaannya tidak masalah. RSO dan PT Mahkota memiliki komitmen, mengeluarkan skema, dan iktikadnya nomor satu untuk mengembalikan," terangnya.

Budi menambahkan, pihak Mahkota melakukan komunikasi yang bagus dengan nasabah selama ini.

Mereka memberikan informasi resmi. Mereka menjelaskan skema saya. Sekarang mereka masih verifikasi data dan nominal nasabah," kata Budi.

Budi juga mengetahi bahwa PT Mahkota sedang ajukan PKPU di Pengadilan Niaga. Dia berharap supaya masalah ini segera selesai.

Saya lihat dari nasabah di kota-kota lain, mayoritas investor tujuan sama. Bagaimana dana investor balik melalui skema perusahaan. Intinya dana investor balik. Konflik-konflik itu kurang ada faedahnya,” pungkas Budi.[dod]

Komentar Pembaca