Ini Cara Ganjil Genap Motor Batal Diterapkan

Megapolitan  KAMIS, 11 JUNI 2020 , 09:33:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ini Cara Ganjil Genap Motor Batal Diterapkan

Sepeda motor di Jakarta/Net

Wacana penerapan ganjil genap untuk sepeda motor di DKI Jakarta mendapat sorotan dari DPRD DKI Jakarta.

Untuk itu melalui rapat Komisi B, DPRD telah memanggil Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) DKI Jakarta, Syafrin Liputo untuk mendengarkan penjelasan terkait hal tersebut.

Dijelaskan Syafrin, bahwa penerapan ganjil-genap yang termaktub dalam Pergub 51/2020 pasal 17, akan dilakukan bila terjadi kondisi tertentu.

Misalnya terjadi kepadatan lalu lintas tinggi. Di sisi lain angkutan umum masih memadai untuk menampung limpahan penumpang dari sistem tersebut.

"Penerapan ganjil genap juga tidak serta merta di seluruh ruas jalan. Tapi harus dilakukan evaluasi dulu terhadap jaringan angkutan umum dan jaringan jalan," kata Syafrin saat dikonfirmasi, Kamis (11/6)

Sementara itu, melalui Surat Keputusan Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi dan Energi DKI Jakarta, pemerintah daerah telah merumuskan kuota pekerja dan jadwal bekerja pegawai di Jakarta.

Dalam keputusan itu, sebanyak 50 persen pegawai bekerja di kantor dan 50 persen lagi bekerja dari rumah (work from home/WFH).

Kepada 50 persen pegawai yang bekerja di kantor, pemerintah daerah memberlakukan jam masuk mereka dari pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB.

Mengenai hal itu, Syafrin menyebutkan bahwa kepatuhan perkantoran dan dunia usaha terhadap ketentuan pemerintah soal pengaturan jam kerja juga menjadi salah satu faktornya.

"Jika semuanya taat, dengan itu dan sesuai dengan simulasi itu, tidak dibutuhkan ganjil genap karena dari sisi kapasitas angkutan umum cukup dan dari sisi traffic (kepadatan lalu lintas) itu landai," kata Syafrin.

Namun, jika terjadi sebaliknya yaitu perkantoran dan dunia usaha tidak patuh, maka bukan tidak mungkin pemerintah daerah akan menerapkan kebijakan ganjil genap untuk roda dua tersebut.

Syafrin menambahkan saat ini kepadatan lalu lintas di DKI Jakarta cenderung masih landai. Perjalanan orang memakai angkutan umum ataupun kendaraan pribadi tetap lancar tanpa terjebak macet.

"Dari pantauan kami masih landai, dan bila terjadi gridlock (kemacetan) kami akan mensimulasikan terkait dengan opsi-opsi bagaimana menampung pola pergerakan dari kendaraan pribadi ke angkutan umum (ganjil genap diterapkan)," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca