Banyak Ojol Ketakutan, Tes Corona Massal Sepi Peminat

Politik  SABTU, 13 JUNI 2020 , 10:56:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Banyak Ojol Ketakutan, Tes Corona Massal Sepi Peminat

Rapid test massal/RMOL

Puluhan pengemudi ojek online (ojol) enggan mengikuti rapid test massal di Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Salatiga, Jawa Tengah. Mereka diduga takut dinyatakan positif Covid-19.

Padahal petugas berkali-kali mengatakan bahwa rapid test tidak dikenakan bayaran alias gratis.

Hasilnya, dari 60 ojol yang didata hanya lima orang bersedia ambil bagian. Akibatnya, kegiatan rapid test massal yang diadakan Dishub Kota Salatiga bersama DKK Salatiga sepi peminat.

"Ketidakhadiran pengemudi ojol mengikuti rapid test tersebut diduga karena takut. Padahal rapid test ini gratis," kata Kepala Dishub Kota Salatiga, M. Sidqon Effendi didampingi Kabid Angkutan dan Kelaikan Kendaraan, Sudarso dilansir Kantor Berita Politik RMOLJateng

Sidqon menyayangkan upaya Dishub Kota Salatiga dalam meningkatkan pelayanan dari sisi transportasi supaya masyarakat tidak ada rasa was-was atau khawatir dalam menggunakan jasa transportasi kurang mendapat sambutan dari pengemudi ojol.

Sidqon mengungkapkan, pihaknya telah mendaftarkan sebanyak 50 juru parkir, 40 sopir angkot, 10 sais dokar, 40 tukang becak dan 60 pengemudi ojol untuk mengikuti rapid test.

Ia berharap, semua penyedia jasa angkutan yang setiap hari melayani dan berinteraksi dengan masyarakat tersebut, bisa dipastikan dalam keadaan sehat dan tidak terpapar Covid-19. Hal ini bertujuan agar pengemudi dan calon penumpang merasa nyaman dalam beraktivitas.[dod]

Komentar Pembaca