Nasdem Wanti-wanti Pembukaan Mal Malah Menambah Kasus Covid-19 Di Jakarta

Megapolitan  SENIN, 15 JUNI 2020 , 10:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Nasdem Wanti-wanti Pembukaan Mal Malah Menambah Kasus Covid-19 Di Jakarta

Ilustrasi/Net

Pusat Perbelanjaan atau mal di Ibukota kembali diizinkan beroperasi mulai hari ini oleh Pemprov DKI Jakarta dengan tetap mengedepankan protokol kesehatan di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap transisi

Ketua Fraksi Nasfem DPRD DKI Jakarta, Wibi Andrino mengingatkan, jangan sampai pembukaan mal di Jakarta justru menambah jumlah kasus virus corona baru (Covid-19) di ibukota.

Menurut Wibi, pembukaan kembali pasar tradisional yang menjelma menjadi klaster baru penyebaran Covid-19 harus dijadikan Pemprov DKI sebagai pelajaran.

Harus diantisipasi lonjakan pengunjung mal karena ada semacam euforia warga ibukota untuk mengunjungi mal yang ditutup sejak pembatasan sosial berskala besar diberlakukan di Jakarta,” ujar Wibi saat dikonfirmasi, Senin (16/6).

Wibi melanjutkan bahwa harus ada kesadaran dari masyarakat bahwa Covid-19 masih ada dan bisa menyerang siapa saja. Untuk itu kedisiplinan terhadap protokol kesehatan tidak bisa ditawar lagi. Bila perlu, aparat keamanan hendaknya ikut mengawasi semua mal.

Konsistensi penerapan protokol kesehatan itu tidak bisa sepenuhnya diserahkan kepada Pemerintah. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta sudah membuat regulasi dan harus memastikan regulasi itu berjalan tegak lurus. Jangan dibuat untuk dilanggar,” jelasnya.

Wibi meminta pihak pengelola mal untuk memastikan seluruh regulasi itu dijalankan.

Wibi juga mendorong Pemprov DKI menindak tegas jika masih ada mal yang tidak mematuhi protokol kesehatan.



Jangan ragu-ragu untuk menutup kembali. Pemprov tidak boleh tunduk kepada pengusaha mal nakal,” tegasnya.

Selain itu, Wibi juga meminta fasilitas dan tenaga kesehatan turut diperhatikan dalam menghadapi masa PSBB Transisi di ibu kota. Hal tersebut untuk memastikan kesiapan fasilitas dan tenaga kesehatan jika ada lonjakan kasus positif di Jakarta.

"Kita harus pahami bahwa pembukaan mal di Jakarta bukan karena Covid-19 sudah bisa diatasi. Bagaimanapun juga arus lalu lintas dan masyarakat sulit dikendalikan,” tandasnya.[dod]

Komentar Pembaca