PSBB Transisi, Anak Buah Anies Belum Berani Buka Pijat, Karaoke, Sauna Dan Diskotek

Megapolitan  RABU, 17 JUNI 2020 , 14:00:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

PSBB Transisi, Anak Buah Anies Belum Berani Buka Pijat, Karaoke, Sauna Dan Diskotek

Cucu Ahmad Kurnia/RMOL

Sejumlah kegiatan di Jakarta telah kembali diizinkan beroperasi di masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tahap transisi.

Kendati begitu, Pemprov DKI Jakarta belum memutuskan untuk membuka tempat hiburan malam, seperti pijat, karaoke, sauna dan diskotek di Ibukota.

Demikian disampaikan Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif DKI Jakarta, Cucu Ahmad Kurnia usai rapat evaluasi PSBB bersama Komisi B DPRD DKI, Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Rabu (17/6).

"Belum ada protokol yang bisa win win solution, jika kita paksakan protokol, penyelenggara bisa tekor. Nggak diterapkan protokol, sangat risiko," ujar Cucu.

Cucu menegaskan bahwa ada banyak faktor yang menjadi pertimbangan Pemprov DKI Jakarta dalam membuka hiburan malam dan event di Ibukota.

Bukan hanya dari sisi protokol kesehatan, namun juga keuntungan yang didapatkan pelaku usaha dari kegiatan ekonomi tersebut.

"Jadi misalnya kayak konser lah ya, kalau (penonton) itu berdiri, mustahil. Kita paksain sitting misal satu meter antar kursi, pas dihitung ternyata 30 persen yang bisa ketampung dari kapasitas normal, kalau dipaksain tiketnya jadi mahal banget dari harga normal tapi nggak nutup modal," jelas anak buah Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan ini.

Berdasarkan alasan tersebut, Pemprov DKI Jakarta sampai detik ini belum memutuskan membuka hiburan malam dan event di Jakarta. Saat ini pun protokol kesehatan, masih terus dibahas bersama tim Gugus Tugas Covid-19.[dod]

Komentar Pembaca