Rental Kuda, Jeep Dan Asongan Menjerit, Pemerintah Diminta Buka Lagi Wisata Gunung Bromo

Bisnis  JUM'AT, 19 JUNI 2020 , 08:23:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Rental Kuda, Jeep Dan Asongan Menjerit, Pemerintah Diminta Buka Lagi Wisata Gunung Bromo

Wisata Gunung Bromo/Net

Perhimpunan Hotel dan Restauran (PHRI) Kabupaten Probolinggo, mendesak pemerintah agar membuka kembali wisata Gunung Bromo.

Desakan tersebut, tertuang dalam surat yang dikirim pada Bupati Probolinggo dan Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (BB TNBTS).

PHRI meminta agar kawasan wisata Gunung Bromo kembali dibuka, demi mengembalikan sektor perekonomian,” kata Ketua PHRI Kabupaten Probolinggo Digdoyo Djamaludin, seperti dikutip Kantor Berita RMOLJatim, Kamis (18/06).

Menurutnya, warga di kawasan Gunung Bromo banyak yang menggantungkan kehidupan ekonominya pada sektor pariwisata.

Dengan adanya penutupan akses masuk ke kawasan Gunung Bromo, maka terhenti juga kegiatan pariwisata.

Dampaknya, melumpuhkan sektor perekonomian masyarakat lokal serta melemahnya sektor pariwisata, baik hotel, restoran, rental kuda, jeep dan asongan,” ujar pria yang karib disapa Yoyok ini.

Sebab, selama penutupan pariwisata, banyak pembatalan pesanan kamar baik dari koorporasi maupun dari wisatawan.

Sebagian besar hotel dan restoran merumahkan karyawan. Bahkan pemutusan hubungan kerja (PHK) sudah mulai diambil, karena beratnya beban usaha dalam menghadapi situasi wabah Covid-19 ini,” ujar Yoyok.

Yoyok menambahkan, industri pariwisata merupakan industri padat modal kerja, yang melibatkan pelaku mitra UKM sebagai pendorong ekonomi rakyat.

Standar minimal tingkat hunian hotel sebesar 60 persen okupansi adalah syarat dasar agar industri perhotelan dapat menjaga kelangsungan usaha tetap terjaga.

Karena itu pula, kami harapkan kepedulian, empati dan toleransi kepada kepala TNBTS dan Bupati Probolinggo, termasuk dapat membantu memberi kebijakan pembukaan akses masuk di kawasan lautan pasir Gunung Bromo,” kata Yoyok.

Sementara itu, Kepala Sub Bagian Data Evaluasi Pelaporan dan Humas TNBTS, Sarif Hidayat mengatakan, terkait dengan pembukaan kawasan wisata Gunung Bromo sampai saat ini pihaknya masih menunggu sinyal dari pemerintah pusat. Baik itu dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, maupun Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif.

Kita sama-sama tunggu. Bersabar dulu ya. Semoga diberikan solusi yang terbaik,” pungkasnya. [dod]

Komentar Pembaca