Relawan Jokowi: Holdingisasi Pertamina Langkah Cerdas Erick Thohir

Politik  JUM'AT, 19 JUNI 2020 , 15:42:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Relawan Jokowi: Holdingisasi Pertamina Langkah Cerdas Erick Thohir

Logo Pertamina/Net

Pembentukan perusahaan induk atau holding Badan Usaha Milik Negara (BUMN) di bidang energi sudah di depan mata. Holdingisasi energi memang merupakan rencana Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Nantinya PT Pertamina (Persero) diharapkan menjadi pionir holding BUMN.

Menanggapi hal ini, Ketua Relawan Pasukan Tetap Jokowi (Pak Tejo) Tigor Doris menilai, holdingisasi Pertamina merupakan langkah cerdas Menteri BUMN Erick Thohir.

"Holdingisasi Pertamina seharusnya dilakukan lima tahun lalu. Karena dengan holdingisasi, Pertamina akan menjadi perusahaan yang akan bergerak dengan dinamis dan fokus untuk mensejajarkan dirinya ke taraf internasional," kata Tigor melalui keterangan tertulisnya, Jumat (19/6).

Tigor mengungkapkan, dengan holdingisasi, kegiatan Pertamina juga akan lebih fokus dan terarah sesuai bidangnya.

Tigor menilai selama ini banyak sekali tarik ulur di Pertamina, baik internal maupun eksternal, demi kepentingan kelompok tertentu dan terciptalah raja-raja kecil.

"Perubahan SDM dan dukungan pemerintah menjadi kunci utama perubahan holding Pertamina," ujar Tigor.

Soal banyaknya pengamat yang mengatakan bahwa holdingisasi Pertamina tidak sesuai dengan Pasal 33 UUD 1945 dan sejarah perjuangan, Tigor beranggapan isu tersebut dimunculkan karena mereka merasa terusik dengan periuk nasinya.

"Sebab mereka selama ini sudah berada di zona nyaman. Mereka tidak memiliki data dan tidak mengerti visi dan misi Pertamina. Mereka hanya gerombolan yang ingin membuat gaduh saja," tegas Tigor.

Selain itu, Tigor menyarankan, selain SDM, Pertamina sudah harus mulai juga memilah-milah rekanan yang selama ini sudah menjadi raja.

"Pertamina harus mulai melakukan penataan rekanan yang mau bekerjasama secara profesional, jujur dan bersih," saran Tigor.

Berdasarkan informasi yang dimiliki Tigor, ada rekanan Pertamina yang berkantor di Menara Kuningan terindikasi melakukan lobi-lobi dengan direktur Pertamina.

"Diduga mereka melobi petinggi direksi sub holding supaya tetap eksis sebagai rekanan pada anak perusahaan Pertamina. Mestinya mereka cukup meningkatkan kinerja dan manajerial saja supaya eksis di Pertamina," terang Tigor.

Tigor mendorong pola kolusi mulai ditinggalkan, apabila menginginkan Pertamina benar-benar menjadi perusahaan minyak terbesar di dunia

"Dua hal ini bisa dilaksanakan dengan baik maka biaya operasinal akan turun, yang secara otomatis meningkatkan pendapatan Pertamina. Target tembus 100 miliar dollar AS," pungkas Tigor.[dod]

Komentar Pembaca