Harga BMM Tak Kunjung Turun, Pengamat: Pemerintah Jangan Ambil Untung Saat Rakyat Susah

Politik  JUM'AT, 19 JUNI 2020 , 22:37:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Harga BMM Tak Kunjung Turun, Pengamat: Pemerintah Jangan Ambil Untung Saat Rakyat Susah

Ilustrasi/Net

Pemerintah diminta peka terhadap beban berat yang kini ditanggung rakyat. Selain dihantam pandemik Covid-19 yang tak kunjung mereda, rakyat juga dibebani dengan harga bahan bakar minyak (BBM) yang belum juga diturunkan.

"Pemerintah dan Pertamina pakai hati nuranilah," ucap Pengamat politik Satyo Purwanto kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (19/6).

Apalagi, Satyo menyoroti alasan yang disampaikan Menteri ESDM, Arifin Tasrif yang pernah menyebut alasan BBM tak kunjung diturunkan karena di Indonesia harganya masih lebih murah dibanding negara lain di ASEAN.

"Ini namanya penyesatan berpikir, karena kalau dibandingkan dengan Singapura, Filipina, Thailand, Vietnam, mereka bukan produsen, mereka tidak punya sumur minyak, tapi coba dengan Malaysia," terang Satyo yang juga seorang aktivis ini.

Bila dilihat, kebijakan pemerintah ini juga berimbas pada perusahaan penjual BBM nonplat merah. Mereka tetap mengacu pada harga lama meski minyak dunia kini turun.

"Pertamina terakhir melakukan perubahan harga di 1 Februari 2020. PT Shell Indonesia juga masih mengacu pada harga tanggal 1 Maret 2020, sampai saat ini mereka belum lagi menurunkan harga. Loh ini ada apa?" herannya.

"Artinya, selama Pertamina tidak melakukan perubahan harga, maka yang lain pun diam. Jangan-jangan justru Pertamina dan semua penjual BBM melakukan bisnis kartel," tutup Satyo heran.

Oleh karenanya, ia meminta pemerintah, dalam hal ini Kementerian ESDM untuk menurunkan harga BBM agar tak lagi memberatkan masyarakat.

"Jangan menikmati untung besar di atas penderitaan masyarakat yang tengah menghadapi krisis ekonomi akibat dampak wabah Covid-19. Jangan tunggu rakyat marah!" pungkas Satyo. []

Komentar Pembaca