Buzzer Itu Dipelihara, Setelah Prabowo Jadi Menteri, Bully "Jenderal Pecatan, Tidak Bisa Wudhu" Mendadak Senyap

Politik  SELASA, 23 JUNI 2020 , 11:21:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Buzzer Itu Dipelihara, Setelah Prabowo Jadi Menteri, Bully

Prabowo Subianto/Net

Keberadaan para influencer norak dan buzzer bayaran benar-benar nyata dan dipelihara.

Saat Ketua Umum Partai Gerindra, Parabowo Subianto berada di luar pemerintahan, hujatan dan caci maki sangat ramai.

Tapi sekarang, setelah Prabowo bergabung di dalam kabinet Presiden Joko Widodo, mendadak bullyan itu hilang.

Begitu penilaian Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat, Tengku Zulkarnain dalam postingan Twitter @ustadtengkuzul, Selasa (23/6).

"Siapa bilang buzzers tidak dipelihara? Buktinya saat pak @prabowo oposisi tiap hari hujan caci maki; anak China, jenderal pecatan, tidak bisa wudhu, tidak salat Jumat dan lain-lain. Begitu beliau jadi Menhan, mendadak bully senyap ditelan bumi," ucapnya.

Saat ini, setelah Prabowo gabung pemerintah, yang jadi sasaran buzzer bayaran adalah para tokoh agama dan oposisi di luar pemerintahan.

"Sekarang ustadz dan tokoh oposisi alami hal yang sama," kata Tengku Zulkarnain dilansir dari Kantor Berita Politik RMOL..[dod]

Komentar Pembaca