Muncul Polemik PPDB DKI, M Taufik Salahkan Kemendikbud

Megapolitan  RABU, 24 JUNI 2020 , 14:58:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Muncul Polemik PPDB DKI, M Taufik Salahkan Kemendikbud

Ilustrasi/Net

Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di Jakarta menimbulkan polemik lantaran dianggap tidak adil karena lebih mengutamakan usia dibanding zonasi dan prestasi.

"PPDB itu kan program Kememdikbud. Cuma memang yang kena masalah yang dibawah. Menurut saya harusnya emang dievaluasi," kata Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta, Mohamad Taufik di Gedung DPRD DKI Jakarta, Rabu (24/6)

Menurut Taufik, pelaksanaan PPDB sesungguhnya telah cukup adil karena mengakomodir banyak elemen tidak hanya dari satu sisi.

"Coba Anda lihat orang-orang berprestasi itu ada jalurnya, itu aja di lebarin (kuotanya) kan bisa di deteksi," ujar Taufik.

"Sebenernya nggak susah, kalau mau berpikir lurus.Jadi tertampung semuanya, zonasi, usia dan prestasi," tandas Ketua DPD Partai Gerindra DKI Jakarta ini.

Sebelumnya Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta, Nahdiana mengatakan, bahwa jika jumlah pendaftar PPDB Jalur zonasi melebihi daya tampung, maka dilakukan seleksi berdasarkan usia, urutan pilihan sekolah, dan waktu mendaftar.

"Hal ini dilatar belakangi oleh fakta di lapangan bahwa masyarakat miskin justru tersingkir di jalur zonasi lantaran tidak dapat bersaing secara nilai akademik dengan masyarakat yang mampu," kata Nahdiana beberapa waktu lalu.

"Karena itu, kebijakan baru diterapkan, yaitu usia sebagai kriteria seleksi setelah siswa tersebut harus berdomisili dalam zonasi yang ditetapkan, bukan lagi prestasi," sambung anak buah Gubernur Anies ini.[dod]

Komentar Pembaca