Utamakan Jalur Usia Dalam Zonasi PPDB, Jadi Cara Pemprov DKI Akomodir Semua Lapisan

Megapolitan  JUM'AT, 26 JUNI 2020 , 15:58:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Utamakan Jalur Usia Dalam Zonasi PPDB, Jadi Cara Pemprov DKI Akomodir Semua Lapisan

Nahdiana/Ist

Meski proses penerimaan peserta didik baru (PPDB) DKI Jakarta dinilai bermasalah, Dinas Pendidikan (Disdik) DKI Jakarta tetap melanjutkan PPDB jalur Zonasi yang berlangsung mulai 25, 26, 27 Juni 2020.

Polemik PPDB muncul lantaran sejumlah orang tua murid menilai Disdik tidak adil, karena dalam proses seleksi calon siswa yang diutamakan adalah usia, bukan berdasarkan zonasi maupun prestasi.

"Berdasarkan evaluasi dan kajian pelaksanaan PPDB, penggunaan usia sebagai kriteria seleksi lebih dapat mengakomodir calon peserta didik baru dari seluruh lapisan masyarakat," kata Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana saat melakukan jumpa pers secara virtual di Kantor Disdik DKI Jakarta, Jumat (26/6).

Kebijakan kriteria usia dalam PPDB ini juga, menurut Nahdiana, telah mengacu pada Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Permendikbud) Nomor 44/2019.

"Dimana pada pasal 6 persyaratan calon peserta didik baru kelas VII SMP berusia paling tinggi 15 tahun pada tgl 1 Juli tahun pelajaran berjalan," tuturnya.

Adapun daya tampung jalur zonasi PDBB 2020-2021 di tingkat Sekolah Dasar (SD) negeri tersedia 106.432 kursi dan 54.176 kursi di SD swasta.

Selanjutnya, tersedia 70.702 kursi di Sekolah Menengah Pertama (SMP) negeri dan 65.196 kursi di SMP swasta. Dia menyebut kemampuan daya tampung murid baru di 291 SMP negeri saat ini hanya 46,21 persen.

Jenjang berikutnya adalah Sekolah Menengah Atas (SMA) negeri hanya mampu menerima 28.428 orang dan swasta 35.244 orang. Sedangkan untuk SMK negeri 19.182 orang dan swasta 71.388 orang.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok