Datangi Kantor Golkar DKI, Puluhan Orang Tua Siswa Ngadu Soal PPDB Diskriminatif

Megapolitan  MINGGU, 28 JUNI 2020 , 13:21:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Datangi Kantor Golkar DKI, Puluhan Orang Tua Siswa Ngadu Soal PPDB Diskriminatif

Puluhan orang tua siswa mengadu soal PPDB DKI/Ist

Perwakilan orang tua siswa SMP dan SMA mendatangi Kantor DPD Partai Golkar DKI Jakarta untuk mendiskusikan terkait kisruhnya penerimaan peserta didik baru (PSBB) DKI Jakarta tahun 2020.

"Ya, kantor kami, Sabtu (27/6) kemarin didatangi puluhan orang tua siswa. Mereka datang untuk berdiskusi terkait PPDB DKI Jakarta 2020 yang dirasakan sangat merugikan peserta didik. Khususnya yang berusia muda dan memiliki nilai baik," ujar Sekretaris DPD Partai Golkar DKI Jakarta Basri Baco saat dikonfirmasi redaksi, Minggu (28/6).

"Tidak hanya yang berusia muda, namun juga sangat merugikan peserta didik yang berasal dari mereka yang memiliki ekonomi lemah atau kurang mampu," sambungnya.

Polemik PPDB bermula Dinas Pendidikan DKI yang dinilai diskriminatif lantaran penerimaan calon siswa lebih mengutamakan usia dibandingkan zonasi dan prestasi.

Para Orang tua siswa menyayangkan keputusan tersebut dan merasa kasihan dengan anak-anak mereka yang telah bekerja keras.

Menurut Baco, kisruh PPDB di Jakarta memang harus diselesaikan secara bijak sehingga tidak ada pihak yang dirugikan.

"Tim Hukum Golkar DKI sifatnya memberikan pendampingan dan membantu jika diperlukan oleh para orang tua siswa dalam mengambil langkah hukum ataupun non hukum," tegas Baco yang juga Ketua Fraksi Golkar DPRD DKI Jakarta itu.

Baco pun merasa miris, dimana orang tua siswa yang mengadu ke kantornya sebagian besar adalah dari kalangan menengah ke bawah.

"Pada prinsipnya tim hukum Golkar DKI siap membantu perjuangan para orang tua murid. Semoga perjuangan para orang tua murid mecari keadilan bagi anak- anak mereka bisa terwujud," pungkasnya.

Kedatangan puluhan orang tua murid ke Kantor DPD Partai Golkar Jakarta diterima langsung tim hukum Partai Golkar DKI Jakarta, Ronald Sihotang, Parvest dan Moratua Silaban.[dod]

Komentar Pembaca