Ingat! Pancasila Bukan Alat Kekuasaan Dan Politik

Opini  SENIN, 29 JUNI 2020 , 19:28:00 WIB

Ingat! Pancasila Bukan Alat Kekuasaan Dan Politik

Ilustrasi/Net

MENCERMATI kondisi bangsa akhir-akhir ini, senyatanya semua pihak harus sangat berhati-hati menyikapinya.

Sebagian pihak menyatakan bahwa Indonesia bakal bubar pada 2030. Ini artinya sedang dibangun skenario dan usaha ke arah sana.

Demikian juga adanya pernyataan mengubah Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara. Ini berarti sedang dibangun skenario dan usaha ke arah sana pula.

Sebab, bila Pancasila sudah dapat diubah, maka tidak sulit lagi untuk membubarkan Indonesia.

Biar anak bangsa sadar agar tidak mengutak-atik Pancasila, cobalah kita simak pidato Presiden Soekarno pada sidang PBB tanggal 28 September 1950.

Berikut isi pidato Bung Karno:

"Secepatnya kami proklamirkan kemerdekaan pada Agustus 1945. Kami sesuaikan dengan pembukaan UUD 1945, yaitu Pancasila.

Panca artinya lima, Sila artinya P prinsip. Pancasila adalah lima dasar panduan hidup nasional kami.

Mungkin kalian sudah tahu apa arti Pancasila? Itu memberikan kami lima panduan dari negara kami, yaitu:

1. Percaya pada Tuhan

2. Nasionalisme

3. Kemanusiaan

4. Demokrasi

5. Keadilan sosial


Pidato tersebut diucapkan Bung Karno dihadapan negara-negara yang terdaftar menjadi anggota PBB pada saat itu.

Saat ini sepertinya ada anak bangsa yang mau mencabut dan menganulir pidato Bung Karno tersebut demi kekuasaan dan kepentingan politik.

Disisi lain yang mengusulkan RUU Haluan Ideologi Pancasila (HIP) telah mengabaikan Pembukaan UUD 1945 alinea ke'4 yang isinya; Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintahan negara Indonesia, yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial.

Atau memang yang mengusulkan RUU HIP punya agenda terselubung?

Kalau mau hanya memperkuat Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kenapa Pancasila yang diutak-atik?

Bukankah cukup dengan aturan dan peraturan yang sudah ada?

Rakyat semakin dapat memahami saat ini, siapa yang mau membubarkan Indonesia serta mengubah dasar dan ideologi negara, hanya untuk kepentingan jabatan menteri dan Pemilihan Presiden 2024.

Sampai kapan elit-elit politik terus-menerus mengorbankan rakyat Indonesia demi kekuasaan?

Sebagai saran, sudahi sandiwara RUU HIP demi jabatan menteri dan Pilpres 2024.

Mari fokus menyelamatkan rakyat dari Covid-19 dan krisis ekonomi.

Salam Pancasila, Salam Bhinneka Tunggal Ika.[dod]

Tom Pasaribu Direktur Eksekutif Komite Pemantau dan Pemberdayaan Parlemen Indonesia (KP3-i)

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok