Rhoma Irama Konser Di Bogor, Bupati Ade Yasin Disarankan Tak Tempuh Jalur Hukum

Megapolitan  SELASA, 30 JUNI 2020 , 07:39:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Rhoma Irama Konser Di Bogor, Bupati Ade Yasin Disarankan Tak Tempuh Jalur Hukum

Konser Rhoma Irama di Bogor/Net

Bupati Bogor, Ade Yasin geram bukan kepalang setelah mengetahui konser Rhoma Irama tetap digelar meski sebelumnya sudah dilarang.

Menyikapi hal itu, Ade meminta semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan konser tersebut untuk diproses secara hukum.

"Saya minta semuanya diproses hukum, tidak pandang bulu siapa pun orang yang melanggar aturan, jangan sampai di sini menjadi episentrum Covid-19 karena ulah orang-orang yang tidak bertanggung jawab," tegas Ade dalam keterangan tertulisnya, Senin (29/6).

Ade menyayangkan ketidakpatuhan warganya yang tetap nekat mengundang Rhoma Irama dalam acara khitanan tersebut.

Padahal, sebelumnya Pemkab Bogor sudah mengirimkan surat resmi kepada warga yang menggelar hajatan itu agar membatalkan konsernya. Termasuk kepada pihak Rhoma Irama.

Alasan pelarangan itu karena Kabupaten Bogor masih menerapkan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) proporsional.

Sehingga setiap kegiatan hiburan yang dapat menimbulkan kerumunan massa dan berpotensi dapat memperluas penyebaran Covid-19 di daerahnya tidak diizinkan.

Menanggapi polemik tersebut, dvokat dari Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Harry Ara Hutabarat mengaku siap menjembatani komunikasi antara Rhoma Irama dengan Bupati Ade Yasin.

"Bicara konteks hukum tidak selalu pendekatannya pidana, harus lebih dicoba menyelami dimensi sosiologisnya," kata Harry Ara melalui keterangan tertulisnya, Selasa (30/6).

Menurut Harry Ara, masyarakat Kabupaten Bogor saat ini sedang menikmati PSBB proporsional. Maka tak mengherankan warga mempunyai semangat baru untuk kembali beraktivitas.

"Saya kira konteks konser yang diorganisir dengan maksud profesional dan massif akan berbeda dalam pemahaman hadir dan diminta bernyanyi. Jadi lebih baik dilakukan mediasi secara transparan agar di banyak tempat dan momentum ini bisa menjadi pelajaran berharga," ujar Harry Ara.

Harry Ara berpandangan, masyarakat harus lebih teredukasi dan sadar bangkit, namun tetap waspada terhadap Covid-19.

"Namun pendekatan pidana akan membuat situasi new normal menjadi kontraproduktif," ungkap Harry Ara.

Harry Ara menambahkan, hasil mediasi Rhoma Irama dengan Ade Yasin akan menjadi catatan penting bagi seluruh warga Kabupaten Bogor.

Terlebih kepada semua pihak yang akan menyelenggarakan acara agar paham betul resiko dan konsekuensinya.

"Kami sangat berharap mediasi Rhoma Irama-Ade Yasin akan menjadi pembelajaran berharga bagi semua pihak," pungkas Harry Ara.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok