Sabar, Protokol Kesehatan Sektor Hiburan Masih Digodok

Megapolitan  SELASA, 30 JUNI 2020 , 09:09:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Sabar, Protokol Kesehatan Sektor Hiburan Masih Digodok

Cucu Ahmad Kurnia/Net

Sejumlah aktivitas telah kembali beroperasi di tengah Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi Fase I.

Apabila dinilai sukses, maka pemerintah menjanjikan akan kembali membuka sejumlah sektor lainnya pada PSBB Fase II.

Di antaranya pembukaan gedung pertemuan, bioskop, studio rekaman, rumah produksi film, hiburan malam/diskotek, karaoke, bar, olahraga indoor, dan festival terbuka.

Kepala Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Disparekraf) DKI Jakarta Cucu Ahmad Kurnia mengakui sektor-sektor tersebut memang masih menghadapi dilema untuk menerapkan protokol kesehatan yang pas.

"Saya tidak mau berandai-andai bagaimana fase II. Kita lihat dulu fase I seperti apa, lanjut atau tidak. Tapi kita terus bahas bareng-bareng dengan pelaku usaha, kira-kira solusinya seperti apa," kata Cucu saat dikonfirmasi, Selasa (30/6).

Menurut Cucu, inovasi menerapkan protokol kesehatan ini merupakan tantangan bersama pemerintah dan dunia usaha. Pasalnya, beberapa jenis usaha di sektor ini memang tak bisa dipaksa untuk menerapkan protokol kesehatan.

Beberapa contohnya, kata Cucu, misalnya bioskop yang apabila dipaksa buka dengan batasan kapasitas, tidak bisa balik modal menutup biaya operasional.

Sama halnya dengan pameran, yang apabila dipaksa terlaksana dengan social distancing, maka peserta pameran akan terlalu sedikit.

Sementara fasilitas olahraga atau pertunjukan indoor, berisiko besar karena berada dalam ruangan yang memiliki kapasitas.

Terlebih dalam hal pertunjukan yang apabila dipaksa menggunakan tempat duduk dengan jarak aman, kapasitasnya terlalu sedikit untuk menutup biaya sewa.

"Masalah inovasi itu kan teknisnya kembali ke pelaku. Kita sendiri dari Dinas juga mempelajari (protokol) dari negara lain. Contoh misalnya diskotek, ini sulit, belum ada contoh (inovasi protokol kesehatannya) sampai sekarang. Di dunia belum ada yang nemu," kata Cucu.

Cucu mengungkap beberapa kemungkinan, seperti mengubah budaya menonton film atau konser musik dari dalam mobil, atau mendorong weedding organizer untuk menggelar acara yang lebih kompak.

"Misalnya untuk yang pernikahan, yang biasanya ada pakem-pakem seperti makan di tempat, misalnya inovasinya dari pengelola, besek aja lah, kayak orang selametan. Ini kan inovasi juga," jelas Cucu.

Untuk itu, sembari Gugus Tugas Percepatan Penanggulangan Covid-19 mempersiapkan evaluasi PSBB masa transisi Fase I, Cucu mengaku akan terus berkomunikasi dengan para pelaku usaha, serta menentukan kebijakan pembatasan apa yang paling pas untuk diterapkan di bidang tersebut.[dod]

Komentar Pembaca
Tower Di Lahan Fasum

Tower Di Lahan Fasum

JUM'AT, 29 MEI 2020 , 13:29:00

Wagub Cek Protokol Kesehatan Di Mal Kelapa Gading
Dini Hari, Ariza Cek Rob Di Kawasan Perumahan Ahok