Rawan Penularan, Pasar Dan KRL Jadi PR Pemprov DKI Kendalikan Virus Corona

Megapolitan  RABU, 01 JULI 2020 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Rawan Penularan, Pasar Dan KRL Jadi PR Pemprov DKI Kendalikan Virus Corona

Anies Baswedan/RMOL

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta resmi memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) masa transisi selama 14 hari ke depan.

Dalam penjelasannya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengakui bahwa pasar tradisional dan transportasi KRL masih menjadi pekerjaan rumah alias PR. Pasalnya di dua tempat tersebut, sangat rentan terjadi penularan virus Corona baru (Covid-19).

"Dalam catatan, ada 19 pasar yang sempat ditutup dalam periode 1 bulan ini. Ke depan unsur TNI, Polisi, ASN akan diterjunkan mengawasi secara ketat pasar di DKI Jakarta," ujar Anies di pendopo Balaikota DKI Jakarta, Rabu (1/7).

Anies membeberkan bahwa pasar yang dikelola Pemprov DKI lewat Perumda Pasar Jaya adalah 155 dan ada 150 pasar yang sifatnya berbasis komunitas tapi beroperasi di kawasan masyarakat.

"Jadi total ada 300-an pasar. 300 pasar ini akan diawasi ketat," sambung mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan ini.

Anies melanjutkan bahwa jam operasional pasar akan dikembalikan normal. Lalu skema ganjil genap yang semula di terapkan akan ditiadakan lantaran dianggap tidak efektif. Kendati begitu jumlah orang yang masuk pasar akan tetap dikendalikan.

"Jadi jumlah orang masuk pasar tidak boleh lebih dari 50 persen kapasitas pasar. Dan ini dikendalikan dengan petugas yang ditempatkan di pintu masuk pasar, untuk mengendalikan jumlah orang dalam satu waktu," pungkas Anies.[dod]

Komentar Pembaca