Kinerjanya Disorot, Menteri Erick Thohir Bakal Kena Reshuffle?

Politik  RABU, 01 JULI 2020 , 18:31:00 WIB | LAPORAN: AZAIRUS ADLU

Kinerjanya Disorot, Menteri Erick Thohir Bakal Kena Reshuffle?

Menteri BUMN Erick Thohir/Net

Wacana reshuffle kabinet oleh Presiden Joko Widodo membuat beberapa menteri tersudutkan, salah satunya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir yang dinilai kurang maksimal mengemban amanat sebagai menteri.

Alhasil, banyak pihak berspekulasi dengan nasib Erick, tak ketinggalan dari kalangan netizen, media sosial sempat ramai dengan tagar #erickout di media Twitter.

Ditambah, temuan Ombudsman Republik Indonesia, membuat nama Erick semakin terpojok. Dalam temuan itu, Ombudsman mencatat ada 397 komisaris BUMN yang rangkap jabatan. Selain itu, terdapat pula 167 komisaris di anak perusahaan BUMN yang diketahui rangkap jabatan.

Pada 2019 komisaris (BUMN) yang terindikasi rangkap jabatan ada 397. Jumlahnya relatif besar. Kalau dulu di 2017 ada 222, sekarang sampai 397. Di anak usaha ada 167 terindikasi (rangkap jabatan),” ujar Anggota Ombudsman RI Alamsyah Saragih dalam konferensi pers virtual, Minggu (29/6).

"Rangkap jabatan di BUMN kami lihat dapat memperburuk tata kelola, kepercayaan publik dan mengganggu pelayanan publik yang diselenggarakan BUMN,” kata dia.

Terakhir, Politikus PDIP Adian Napitupulu juga sempat mengeluarkan kritik pedasnya terhadap kinerja Erick. Menurut Adian, ada proses yang tidak fair dalam penunjukan komisaris atau direktur BUMN yang dilakukan Kementerian BUMN.

Seperti diketahui, Erick sedang getol melakukan bongkar pasang petinggi BUMN dengan alasan perbaikan kinerja perusahaan negara itu.

Dalam diskusi di salah satu televisi nasional belum lama ini, Adian Napitupulu terang-terangan mengatakan ada relawan yang mendeklarasikan Erick Thohir untuk menjadi calon presiden, lalu tak lama relawan itu diangkat sebagai komisaris di salah satu perusahaan pelat merah.

Meski demikian, Adian tak menyebutkan identitas orang yang dia maksud, termasuk di mana BUMN tempat orang tersebut menjadi komisaris. Namun, yang pasti orang yang dimaksud Adian tersebut berasal dari golongan milenial.

Ada satu lagi yang sedang diidentifikasi, milenial ini pernah deklarasi Erick Thohir for president. Kemudian, beberapa hari kemudian dia diangkat jadi komisaris. Apa iya alat ukurnya deklarasi presiden baru diangkat jadi komisaris?” ujar Adian.

Adian lanjut mengungkapkan, ada orang yang bukan berasal dari partai koalisi pemerintahan Presiden Joko Widodo-Ma’ruf Amin juga mendapatkan posisi komisaris di salah satu BUMN.

Kalau sama-sama berangkat dari partai politik. Kalau kemudian ada yang harus didahulukan, diadu kompetensinya, diadu keberpihakan politiknya. Kenapa? Karena presiden harus memastikan programnya berjalan sampai ke bawah. Siapa yang bisa menjalankan, dia adalah orang yang setuju terhadap ide-ide dari presiden,” tegas Adian. []


Komentar Pembaca