PLN Punya Utang Rp 500 Triliun, Infus: Akibat Dipaksakan Bangun Infrastruktur Dari Utang

Politik  RABU, 01 JULI 2020 , 22:11:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

PLN Punya Utang Rp 500 Triliun, Infus: Akibat Dipaksakan Bangun Infrastruktur Dari Utang

Ilustrasi/Net

Perusahaan Listrik Negara (PLN) harus menanggung utang negara hingga mencapai Rp 500 triliun akibat proyek listrik 35 ribu megawatt.

Menanggapi hal itu, Direktur Indonesia Future Studies (Infus) Gde Siriana Yusuf pun ikut berkomentar. Menurut Gde Siriana, PLN memiliki utang sebesar itu lantara adanya pihak-pihak yang memanfaatkan megaproyek kelistrikan ini.

"Dengan PLN utang Rp 500 triliun dalam 5 tahun, akal sehat saya mensinyalir adanya praktik membegal pelan-pelan BUMN melalui mekanisme 'mark up proyek-pembiayaan utang'," ujar Gde Siriana kepada Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (1/7).

"Begal hanya bisa terjadi ketika ada proyek. Proyek jalan jika ada utang. Setiap tahun begal terjadi linier dengan utang bertambah," sambungnya.

Begal yang dimaksud Gde Siriana ialah tindakan menodong agar PLN bisa menanggung beban utang besar akibat keinginan pemerintah menjalankan megaproyek 35 megawatt ini.

"Ini bukti BUMN menanggung beban utang besar dan collaps akibat dipaksakan bangun infrastruktur dengan utang. Padahal proyeknya sendiri sangat mungkin sudah di mark up. Sudah inefisien plus bengkaknya bunga pinjaman," ungkapnya.

Ia berharap kepada Presiden Joko Widodo agar dapat menjelaskan terkait permasalahan ini. Ketimbang sekadar marah-marah saat berpidato dalam rapat kabinet 18 Juni lalu.

"Saya respect kepada Jokowi jika dia live di semua TV nasional marah-marah kenapa utang PLN naik Rp 500 triliun selama dia jadi presiden," ucapnya.

"Karena mau dikemanakan akal sehat kita, utang Rp 500 triliun dalam 5 tahun, tanpa kita merasakan benefitnya," demikian Gde Siriana Yusuf. []


Komentar Pembaca