Dibully Warganet Gara-gara Bela Anies Soal PPDB, Kang Tamil: Ingat, 2024 Masih Jauh

Politik  KAMIS, 02 JULI 2020 , 06:29:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Dibully Warganet Gara-gara Bela Anies Soal PPDB, Kang Tamil: Ingat, 2024 Masih Jauh

Anies Baswedan/Net

Polemik terkait penerimaan peserta didik baru (PPDB) tahun ajaran 2020/2021 lewat jalur zonasi di DKI Jakarta masih belum mereda.

Disamping cercaan berbagai kalangan terhadap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, sejumlah orangtua calon peserta didik baru (CPDB) juga mengadu ke Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI).

Bahkan mereka sampai menggelar unjuk rasa di depan Balai Kota DKI Jakarta dan DPRD. Terakhir para orangtua melaporkan kisruh PPDB ke Komisi X DPR RI. Pengamat Sosial Politik Tamil Selvan yang dinilai memberi pandangan membela Anies, ternyata ikut menjadi bulan-bulanan warganet di media sosial.

Menanggapi hal tersebut, pengamat yang akrab dipanggil Kang Tamil ini mengaku heran dengan banyaknya pihak yang justru tidak melihat permasalahan PPDB secara konkret.

"Saya heran dengan cara berfikir banyak pihak. Jika terjadi keresahan akibat penerapan Permendikbud No 45 Tahun 2019 yang mengatur zonasi, artinya ada yang keliru pada peraturannya. Ini malah banyak pihak yang terlalu politis menjadikan Anies sebagai kambing hitam. Logika berfikir kita yang terbalik," kata Kang Tamil melalui keterangan tertulisnya, Kamis (2/7).

Kang Tamil menyatakan, salah satu faktor yang membuat polemik PPDB paling banyak terjadi di Jakarta dibandingkan dengan wilayah lain adalah karena Anies sudah menjalankan aturan sesuai Permendikbud tersebut.

"Jika kesalahan ada pada Anies, tentu Satgas yang dibentuk Menteri Pendidikan sudah menemukannya. Nyatanya sampai saat ini kan nggak ada. Justru jika tidak ada pasal 25 perihal usia, tentu polemik ini tidak terjadi. Jadi kalau mau kritik ya kebijakan Pak Nadiem Makarim. Jika kemudian Anies tidak menjalankan pasal usia tersebut, justru Anies yang salah. Kepala daerah tidak punya wewenang untuk buat kebijakan tambahan. Apalagi yang berseberangan dengan kebijakan menteri," ungkap Kang Tamil.

Kang Tamil juga mendorong masyarakat Indonesia harus belajar sportif dan tidak menyalahkan seseorang atas sesuatu yang diluar kewenangannya.

"Saya juga mau ingatkan agar jangan semua hal dikaitkan dengan permainan politik opini, 2024 masih jauh," tegas Kang Tamil.

Soal Nadiem, secara khusus Kang Tamil awalnya menilai eks Bos Gojek itu merupakan sosok inovatif dan banyak menimba ilmu di luar negeri.

"Waktu banyak yang kritik dia jadi menteri, saya salah satu yang support. Kan dia yang bawa Gojek, dan saya kira pengalamannya diluar negeri bisa diterapkan disini, tapi sampai sekarang saya lihat biasa saja tuh. Malah muncul Permendikbud yang membuat situasi jadi ramai begini. Ini harus jadi perhatian serius bagi Pak Presiden apalagi dalam konteks isu perombakan kabinet yang sedang beredar," pungkas Kang Tamil.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Kopassus-Koopsus TNI Gelar Olahraga Bersama Di Makopassus Cijantung
Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00