DPRD Kritik Minimnya Sosialisasi Larangan Kantong Plastik

Megapolitan  KAMIS, 02 JULI 2020 , 13:39:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

DPRD Kritik Minimnya Sosialisasi Larangan Kantong Plastik

Ilustrasi/Net

Larangan penggunaan kantong plastik sekali pakai di pusat perbelanjaan, toko swalayan, hingga pasar rakyat di wilayah Ibukota mendapat dukungan dari Ketua Komisi B DPRD DKI Jakarta, Abdul Aziz.

Meski begitu, Aziz mengatakan, sesungguhnya kebijakan yang dikeluarkan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan itu bukanlah hal baru.

"Sebenarnya ini bukan hal baru, dari historinya. Bahkan beberapa bulan lalu kita pernah berbelanja tidak di kasih plastik, jadi ini bukan hal baru," ujar Aziz saat dihubungi wartawan, Kamis (2/6).

Kendati demikian, politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu melihat sosialisasi yang dilakukan Pemprov DKI masih terbilang kurang.

Selain itu, belum adanya alternatif kantong belanja ramah lingkungan, membuat masyarakat menjadi kesulitan.

"Harusnya Pemda ini memikirkan alternatifnya. Misalnya plastik dilarang, bolehnya pakai kertas misalnya. Ini bisa nggak untuk menampung cairan misalnya, di sisi lain ada teknologi maju menciptakan bahan alternatif plastik ramah lingkungan," jelasnya.

"Seharusnya itu dikejar oleh Pemda bagaimana memproduksi ini sebanyak-banyaknya sehingga masyarakat tidak disulitkan dengan kebijakan ini," pungkas Aziz

Diketahui pelarangan penggunaan kantong plastik di pasar dan swalayan tertuang dalam Peraturan Gubernur Provinsi DKI Jakarta Nomor 142/ 2019 tentang Kewajiban Penggunaan Kantong Belanja Ramah Lingkungan pada Pusat Perbelanjaan, Toko Swalayan dan Pasar Rakyat.[dod]

Komentar Pembaca