Jalur Zonasi PPDB DKI Pertimbangkan Usia Untungkan Siswa Nyaris Putus Sekolah

Megapolitan  KAMIS, 02 JULI 2020 , 17:13:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Jalur Zonasi PPDB DKI Pertimbangkan Usia Untungkan Siswa Nyaris Putus Sekolah

Nahdiana/Net

Jalur zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) di DKI Jakarta tahun ajaran 2020/2021 masih mengundang berbagai kritikan.

Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nahdiana mengatakan, jika penerimaaan siswa di sekolah negeri berdasarkan pada nilai akademis maka hanya siswa-siswi dengan kondisi sosial ekonomi baik yang akan lolos.

Menurut Nahdiana, siswa yang mendapatkan les, bimbingan belajar, akses pada materi pengetahuan tambahan, dan mendapatkan fasilitas belajar yang baik karena keluarga sejahtera cenderung memiliki kinerja akademis lebih baik daripada siswa yang tidak memiliki dukungan itu.

"Bila siswa diterima berdasarkan zonasi dan tanggal lahir maka siswa dari keluarga kaya dan miskin punya kesempatan yang sama untuk dapat sekolah," kata Nahdiana, Kamis (2/7).

Nahdiana mengungkapkan, TK sampai SMA negeri milik pemerintah merupakan fasilitas pendidikan untuk semua.

Kebijakan jalur zonasi PPDB DKI 2020 dengan mempertimbangkan usia senyatanya menguntungkan banyak siswa yang nyaris putus sekolah.

"Anak saya sempat mengenyam pendidikan di sebuah pesantren di Depok pada 2018, namun baru enam bulan di sana, anak saya kena hepatitis. Jadinya berhenti sekolah di pesantren itu," kata ibu seorang CPDB (Calon Peserta Didik Baru) bernama Fadhil Muhammad Farhan.

Ia menambahkan, selama putus sekolah, selain menjalani pengobatan, Fadhil membantu dirinya berjualan mie instan.

Kemudian, ketika mendapat informasi bahwa PPDB 2020 jalur zonasi memprioritaskan usia, Fadhil yang merasa telah pulih, memutuskan untuk mendaftar, dan diterima di salah satu SMP Negeri. Bahkan namanya berada di peringkat teratas.

"Dia senang sekali, dan sudah tak sabar untuk segera bersekolah lagi," katanya.

Berkah jalur zonasi berdasarkan usia juga dinikmati Indra Namora, yang kembali dapat menikmati bangku SMA, setelah memutuskan drop out dari SMA BIM pada 2018/2019 karena sakit.

"Di sekolah saya yang dulu nggak ada toleransi. Akibat sering tidak masuk karena sakit, saya sering mendapat teguran. Akhirnya keluar. Waktu itu belum satu semester," kata Indra.

Kini, karena telah sehat kembali, Indra mendaftar melalui jalur zonasi dan diterima di SMAN 65.

Seperti diketahui, jalur zonasi berdasarkan usia menuai kontroversi, karena muncul anggapan bahwa sistem ini akan membuat calon peserta didik yang berusia lebih tua akan menjadi prioritas penerimaan. Sementara yang lebih muda sebaliknya.

Meskipun calon siswa yang lebih muda memiliki prestasi akademik yang jauh lebih baik.

Anggapan itu membuat orangtua murid dari lima wilayah kota administrasi di DKI Jakarta yang tergabung dalam Gerakan Emak dan Bapak Peduli Pendidikan (Geprak) pada 23 Juni 2020 lalu menggelar aksi unjuk rasa di Balaikota dan DPRD DKI Jakarta.

Geprak menyampaikan keberatan, dan meminta agar Gubernur mencabut SK Kepala Dinas Pendidikan DKI Jakarta Nomor 501 Tahun 2020 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) Tahun Pengajaran 2020/2021.[dod]

Komentar Pembaca
Bengkel Di Setiabudi Terbakar

Bengkel Di Setiabudi Terbakar

MINGGU, 04 OKTOBER 2020 , 17:51:00

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

Stadion Patriot Disulap Jadi RS Darurat

JUM'AT, 11 SEPTEMBER 2020 , 19:22:00

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

Bangunan Ruko Di Cideng Ambruk

KAMIS, 03 SEPTEMBER 2020 , 17:03:00