Jelang Idul Adha, Ini Aturan Yang Wajib Ditaati Penjual Kurban Dan Masyarakat

Megapolitan  KAMIS, 02 JULI 2020 , 18:39:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Jelang Idul Adha, Ini Aturan Yang Wajib Ditaati Penjual Kurban Dan Masyarakat

Pedagang hewan kurban/Net

Menyambut hari raya kurban atau Idul Adha 2020/1441 H yang jatuh pada hari Jumat tanggal 31 Juli 2020 mendatang, Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (DKPKP) DKI Jakarta telah menyiapkan sejumlah aturan.

Sesuai Pergub Nomor 60/2020 tentang Pengendalian Kegiatan Bepergian di Provinsi DKI Jakarta Dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19, setiap pedagang dan atau pekerja yang berasal dari luar Provinsi DKI Jakarta, kecuali yang memiliki KTP-e Jabodetabek wajib memiliki Surat Izin Keluar Masuk (SIKM).

Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan Dan Pertanian DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pedagang hewan kurban yang akan berjualan di DKI Jakarta harus mengajukan perizinan pemasukan ternak melalui Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) tingkat kota dengan melampirkan Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari daerah asal dan hasil uji laboratorium negatif anthraks.

"Masyarakat yang akan berkurban dianjurkan membeli hewan kurban melalui daring/online, atau dikoordinir oleh panitia kurban atau menyalurkan kurban melalui lembaga sosial resmi dan terpercaya," ujar Darjamuni melalui keterangan tertulis, Kamis (2/7)

"Jika tetap ingin membeli secara langsung atau konvensional harus menerapkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19," sambungnya.

Selanjutnya Darjamuni mengatakan, untuk daerah yang sangat padat penduduk dan daerah yang ditetapkan sebagai zona merah, pemotongan hewan kurban dipindahkan ke Rumah Potong Hewan dan atau fasilitas pemotongan yang telah ditetapkan.

Untuk memberikan perlindungan kepada masyarakat, khususnya konsumen daging kurban maka akan dikerahkan 584 orang tenaga pemeriksa kesehatan hewan

Petugas tersebut akan membantu melayani pemeriksaan kesehatan hewan di tempat penampungan dan pemotongan hewan kurban yang tersebar di seluruh wilayah DKI Jakarta, pada hari H sampai dengan H+3.

"Diimbau kepada pedagang hewan kurban berjualan di lokasi yang telah ditetapkan Bupati/Walikota menerapkan protokol kesehatan bagi penjual dan pembeli. Serta melapor kepada RT/RW setempat apabila ada pekerja yang terindikasi Covid-19 untuk ditindaklanjuti oleh Dinas Kesehatan," jelasnya.

"Pemotongan hewan kurban hanya dihadiri oleh panitia (jumlah dibatasi), masyarakat yang berkurban tidak datang ke lokasi pemotongan, juga daging kurban diantar oleh panitia ke rumah mustahik (penerima)," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca