Survei LKSP

Duh, 74 Persen Warga Tak Puas Cara Pemerintah Tangani Covid-19

Politik  JUM'AT, 03 JULI 2020 , 06:24:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Duh, 74 Persen Warga Tak Puas Cara Pemerintah Tangani Covid-19

Ilustrasi/Net

Lembaga Kajian Strategis dan Pembangunan (LKSP) merilishasil survei nasional yang menangkap besarnya ketidakpuasan publik terhadap kinerja pemerintah mulai dari level pusat, provinsi dan kota/kabupaten dalam menangani Covid-19.

Ternyata ketidakpuasan responden paling banyak ditujukan untuk pemerintah pusat sebesar 74,65 persen. Yang puas hanya 25,35 persen.

Sementara ketidakpuasan untuk pemerintah provinsi 58,33 persen dan yang puas dengan kinerja pemerintah provinsi 41,67 persen.

Sedangkan sebagian besar responden (58,67 persen) tidak puas dengan kinerja pemerintah kabupaten/kota. Yang puas 41,33 persen.

Metode yang digunakan yaitu penentuan sampling menggunakan Krejcie-Morgan dengan margin of error 2,183 persen dan tingkat kepercayaan 95 persen.

"Yang tidak puas itu paling besar beralasan pemerintah tidak tegas dalam menerapkan aturan. Jadi banyak pihak misalnya dari awal pandemi mulai tidak serius dalam penanganan covid-19," kata Juru bicara LKSP Hafidz Muftisany, Kamis malam (2/7).

Dikatakan Hafidz, ketidakpuasan masyarakat terhadap pemerintah juga dipicu sikap jajaran kabinet yang kerap mengeluarkan kebijakan kontraproduktif.

Kebijakan yang ada justru melemahkan penanganan pandemi Covid-19.

Selain itu, sikap tidak transparan pemerintah diawal penyebaran Covid-19 ikut dikeluhkan masyarakat.

Penyaluran bantuan sosial (bansos) yang tidak merata ikut mempengaruhi presepsi masyarakat atas kinerja pemerintah.

"Kurang terbuka masalah informasi ini di awal pendemi juga dipermasalahkan. Kurang tepat penerimaan bansos kemarin, ini dianggap kurang baik," ujar Hafidz.

Sedangkan, Direktur Eksekutif InMind Institute, Yon Mahmudi menyampaikan jika penurunan publik terhadap langkah-langkah penanganan Covid-19 memang patut dipahami, karena tidak semua negara siap ketika pandemi datang.

"Ketidakpuasan publik kepada pemerintah patut kita pahami pada hakekatnya tidak ada satu negara yang siap menangani pandemi Covid-19 ini," kata Yon.

Untuk itu, atas kondisi yang terjadi wajar jika muncul adanya tidak kepuasan masyarakat atas kinerja pemerintah pusat dalam hal penanganan Covid-19.

"Hal lain juga pemerintah menyerahkan ke gugus tugas Covid-19 dalam penanganan dari pada menyerahkan ke otoritas Kementerian Kesehatan. Berbeda dengan negara-negara lain," tutup Yon.[dod]

Komentar Pembaca