Konvensi PSI Kota Surabaya

2 Bakal Calon Wali Kota Surabaya Dihujani Pertanyaan Tajam Panelis

Politik  SABTU, 04 JULI 2020 , 20:08:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

2 Bakal Calon Wali Kota Surabaya Dihujani Pertanyaan Tajam Panelis

Debat bakal calon wali kota Surabaya/Ist

DPD Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kota Surabaya menggelar debat bakal calon Wali Kota Surabaya, Sabtu (4/7).

Debat ini merupakan bagian dari Konvensi PSI untuk Kepala Daerah Surabaya 2020.

Panelis yang bertugas untuk menggali jawaban para kandidat adalah Dr. Rusdianto Sesung, Ahli Pemerintahan dan Otonomi Daerah serta Dekan Universitas Narotama Surabaya dan Wasekjen PSI, Danik Eka Rahmaningtyas.

Kedua panelis mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang tajam dalam menggali potensi para kandidat konvensi Calon Wali Kota Surabaya.

Berdasarkan undian, Dr. Rusdianto Sesung mendapatkan kesempatan untuk bertanya kepada Zahrul Azhar dan Sally Azaria. Sedangkan Danik Eka Rahmaningtyas menggali jawaban dari Dwi Astutik, Budi Santoso, dan Andy Budiman.

Rusdianto mengajukan pertanyaan tentang apa yang akan dilakukan oleh Zahrul Azhar dalam mengatasi gap besar antara restribusi dan P pajak daerah.

Menurut Zahrul Azhar, hal itu terjadi karena kurang rapinya dalam manejemen pengelolaan restribusi dan adanya potensi kebocoran PAD sampai 10-15%.

Bila diberi amanah menjadi Wali Kota Surabaya, Zahrul Azhar akan melakukan transparansi dan revitalisasi data yang ada di Surabaya, serta me-remanejemen dan mengurangi kebocoran yang ada di beberapa sektor.

Danik menanyakan kepada Dwi Astutik tentang apa strategi yang akan dilakukan untuk meminimalisir tingkat pengangguran dengan latar belakang pendidikan SMA di Surabaya.

Selain melakukan pemetaan, maka salah satu cara adalah bekerjasama dengan berbagai pihak menyiapkan BLK-BLK untuk menyiapkan lulusan SMA untuk siap kerja,” jawab Dwi Astutik.

Selain itu, ribuan UMKM bisa bekerja sama dengan anak-anak lulusan pekerja sehingga mereka bisa menjadi pengusaha muda dan membantu UMKM yang sudah siap dimasukkan ke dalam digital marketing dan menjadi maketing place nantinya,” lanjut Dwi Astutik.

Pertanyaan tentang masalah tata kota dan kepadatan penduduk diajukan Danik kepada Andy Budiman.

Wakil Sekjen DPP PSI tersebut menanyakan: apakah yang tata kota dilakukan Walikota sebelumnya masih relevan dengan melihat kondisi perkembangan penduduk yang semakin padat yang berpotensi menyebabkan masalah lingkungan seperti air bersih, sampah dan kemacetan

Dalam pandangan saya, seperti kota-kota besar di dunia lainnya, Surabaya harus membuka opsi seluas-luasnya untuk mendorong vertikalisasi bangunan. Jadi dengan cara demikian akan mengatasi problem ruang yang dihadapi. Salah satu solusi adalah membangun perumahan rakyat yang murah, mungkin semacam rusunawa di Jakarta, yang diberikan kepada warga yang selama ini menempati perkampungan padat dan tidak sehat,” jawab Andy Budiman.

Seluruh bangunan harus melalui proses Amdal karena merupakan salah satu syarat mutlak demi keselamatan warga dan lingkungan. Tidak boleh ada yang dilanggar dalam proses pembangunan," lanjut Andy Budiman.

Debat tersebut dilaksanakan secara online, dan disiarkan secara langsung melalui Youtube resmi Partai Solidaritas Indonesia.[dod]

Komentar Pembaca