Ribut Soal Benih Lobster, Fahri Hamzah Dukung Menteri KKP

Bisnis  MINGGU, 05 JULI 2020 , 12:43:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Ribut Soal Benih Lobster, Fahri Hamzah Dukung Menteri KKP

Edhy Prabowo/Ist

Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy Prabowo yang menerbitkan Peraturan Menteri Nomor 12/ 2020 tentang Pengelolaan lobster, kepiting, dan rajungan di tengah pandemi Covid-19 mendapat dukungan dari Wakil Ketua Umum Partai Gelora, Fahri Hamzah.

Menurut Fahri, tidak masalah membuka ekspor benih lobster. Alasannya karena laut sangat luas dan lobster menetas secara rutin. Hal ini berbeda dengan minyak dan mineral yang perlu waktu jutaan tahun untuk proses produksi. Sementara, kedua sumber daya tersebut justru tak dilarang.

"Lobster itu produksi (netas) rutin. Minyak dan Mineral perlu jutaan tahun. Kok gak dilarang?," tulis Fahri melalui akun Twitter pribadinya, Minggu (5/7).

"Tambang bisnisnya orang kaya, Lobster bisnisnya nelayan miskin. Kok rakyat dilarang? Laut itu luas, 3 kali daratan. Punah itu fiksi yang tidak adil bagi nelayan," sambung mantan Wakil Ketua DPR RI itu.

Fahri menyatakan melarang nelayan kecil menangkap lobster kecil dan membebaskan pemodal besar adalah tindakan tidak bijak.

Rakyat pesisir diibaratkan Fahri seperti kantong kemiskinan. Maka pilihan bagi nelayan untuk mengubah nasib harus banyak. Hal itu lantaran hidup mereka mengalami keterbatasan.

"Bisnis Lobster ini adalah bisnis nelayan pesisir yang hidup dari laut. Mereka ingin tangkapan mereka dibeli secara legal. Tidak seperti selama ini dibeli penyelundup. Nanti mereka dikorbankan. Padahal itu hidup mereka sehari-hari," pungkasnya.[dod]

Komentar Pembaca