Memalukan, Oknum Guru SLB Gauli Siswinya Hingga Hamil 7 Bulan

Hukum  RABU, 08 JULI 2020 , 13:41:00 WIB | LAPORAN: RMOL NETWORK

Memalukan, Oknum Guru SLB Gauli Siswinya Hingga Hamil 7 Bulan

Kepsek SLBN Blora/Net

Warga Kabupaten Blora, Jawa Tengah geger. Gara-garanya seorang guru Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) di kabupaten tersebut diduga telah menggauli P, siswinya sendiri yang menderita tuna grahita. Akibatnya saat ini telah hamil 7 bulan.

Kepala Sekolah Luar Biasa Negeri Blora, Sutoto membenarkan kejadian itu. Saat ini, oknum guru berinisial Y itu sudah mengundurkan diri dari sekolah.

"Untuk guru tersebut, awal Juli ini menyatakan pengunduran dirinya," kata Sutoto saat dikonfrimasi wartawan, Rabu (8/7)

Sutoto menjelaskan, informasi yang diperolehnya, antara korban dan pelaku sudah sama suka. Bahkan keduanya juga sudah melakukan nikah siri.

"Siswinya sudah dewasa dan sudah dinikahi. Kata orang tua anak yang mantan SLB tersebut sudah sama suka," ujar Sutoto dilansir dari Kantor Berita RMOLJateng.

Sementara itu, Kepala Dinas Sosial Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan anak (Dinsos P3A) Kabupaten Blora, Indah Purwaningsih mengaku sudah menerima laporan itu.

Indah mengatakan, pihaknya juga telah menurunkan tim untuk mendatangi pihak Sekolah Luar Biasa Negeri dan orang tua korban.

"Iya mas, Dinsos P3A melalui tim UPPKSAI sudah melakukan klarifikasi ke sekolah dan keluarga korban di rumah. Nanti kita akan bantu mediasi dengan keluarga pelaku. Besok tim akan datangi juga rumah pelaku," ucap Indah.

Lebih lanjut, Indah menjelaskan, hasil klarifikasi tim dengan orang tua korban memang ingin memilih jalur damai dengan meminta tanggung jawa pelaku. Namun, status pelaku yang sudah beristri menjadi permasalahan sendiri.

"Memang keluarga si korban ini ingin damai, hanya ingin pelaku tanggung jawab menikahi anaknya. Tapi kan pelaku ini juga sudah punya istri. Jadi saya belum bisa sampaikan nanti seperti apa hasil mediasinya karena besok tim baru ke rumah pelaku," kata Indah.

Dinas Sosial, menurut Indah, akan mengawal kasus ini dan memperjuangkan hak-hak korban. Dirinya akan mendorong pelaku untuk bertanggung jawa dengan menikahi korban secara resmi.

"Jangan sampai perempuan apalagi penyandang disabilitas diperlakukan, dianggap lemah dan diperlakukan tidak adil. Dinsos berkomitmen untukmemperjuangkan hak-hak perempuan dan anak. Sebelum bayi dlm kandungan lahir, korban harus dinikah secara sah baik menurut agama maupun negara, jangan sampai anak yg dilahirkan berstatus anak ibu," tegas Indah.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Blora, AKP Setyanto melalui Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Aiptu Indra mengaku belum menerima laporan pengaduan.

"Belum ada laporan mas. Kita tunggu saja nanti prosesnya seperti apa," kata Indra.[dod]

Komentar Pembaca