Tak Terdeteksi Kelayapan Di Indonesia, Mahfud MD Duga Buronan Djoko Tjandra Gunakan Paspor Lain

Hukum  RABU, 08 JULI 2020 , 18:34:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Tak Terdeteksi Kelayapan Di Indonesia, Mahfud MD Duga Buronan Djoko Tjandra Gunakan Paspor Lain

Mahfud MD/RMOL

Seseorang yang sudah memiliki paspor negara lain bisa membuat Kartu Tanda Penduduk (KTP) di Indonesia. Menurut hukum hal itu tidak diperbolehkan karena Indonesia sendiri menganut sistem kewarganegaraan tunggal.

Demikian penegasan Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD saat melakukan kunjungan kerja ke Markas Kopassus, Cijantung, Jakarta Timur, Rabu (8/7).

"Seharusnya tidak diperbolehkan, kalau menurut hukum tidak diperbolehkan, orang yang punya paspor negara lain tidak boleh menjadi negara warga negara indonesia, karena paspor itu bukti kewarganegaraan," kata Mahfud.

Menurut Mahfud, jika seseorang sudah memiliki paspor maka dipastikan orang tersebut sudah memiliki kewarganegaraan.

Artinya, dalam kasus Djoko Tjandra diduga yang bersangkutan masuk ke Indonesia memiliki paspor yang berbeda.

"Orang menjadi warga negara bisa punya paspor bisa tidak, tetapi orang punya paspor pasti warga negara dari mana dia punya paspor," ujar Mahfud.

Karena itu, Mahfud menduga bahwa buronan kasus cessie Bank Bali itu masuk ke Indonesia menggunakan paspor lain sehingga tidak terdeteksi oleh pemerintah.

Sebelumnya, Djoko Tjandra sendiri selama buron ditengarai melarikan diri ke Papua Nugini.

Di sana, Djoko Tjandra sudah memiliki paspor Papua Nugini yang artinya Djoko telah menjadi warga negara Papua Nugini.

"Mungkin dia menggunakan paspor lain, ketika ke Indonesia sehingga mudah masuk, makanya pemerintah mengatakan ini tidak tercatat kapan ini keluar masuknya, ya pasti menggunakan paspor lain kan," pungkas Mahfud.[dod]

Komentar Pembaca