Temui Konstituen, Aleg PKS Diberondong Keluhan Terkait RUU HIP dan Peleburan Pelajaran Agama

Politik  KAMIS, 09 JULI 2020 , 10:20:00 WIB | LAPORAN: ARI RAHMAN

Temui Konstituen, Aleg PKS Diberondong Keluhan Terkait RUU HIP dan Peleburan Pelajaran Agama

Nur Azizah menjawab keluhan konstituen/ist

RMOLJakarta. Sejumlah warga Kota Bekasi menyampaikan keluhan mereka terkait RUU HIP dan rencana peleburan mata pelajaran agama dengan pelajaaran lainnya.

Keluhan terasebut disampaikan kepada kepada anggota legislatif (Aleg) RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Nur Azizah Tahmhid saat melakukan kunjungan ke daerah pemilihan (Dapil) Jabar VI .

"Masyarakat yang saya temui sangat khawatir dengan RUU HIP yang cenderung mengaburkan nilai murni Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara dalam kebhinekaan. Mereka meminta agar RUU itu dicabut," kata Nur Azizah dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Rabu (8/7/20).

Kekhawatiran lainnya yang disampaikan warga adalah terakit adanya wacana penyederhanaan kurikulum 2013 dengan meleburkan beberapa mata pelajaran, dimana PPKN bakal dilebur dengan mata pelajaran agama menjadi Pendidikan Agama, Kepercayaan, dan Nilai-nilai Pancasila.

Meski belum sampai pada keputusan penetapan, lanjutnya, tapi hal tersebut banyak ditentang oleh masyarakat.

"Agama adalah sumber nilai kehidupan, tidak bisa hanya menjadi cuplikan kecil pembelajaran di sekolah, pun apalagi hanya menjadi eskul atau kegiatan tambahan pilihan, mau jadi apa generasi kita mendatang," ujar Nur Azizah memaparkan keluhan masyarakat Kota Bekasi yang ditemuinya.

Undang-undang Dasar RI 1945 secara tegas dan jelas dalam pembukaannya di alinea ke 4 serta Bab XI pasal 29 ayat 1 menegaskan bahwa Negara kita berdasar atas Ketuhanan yang Maha Esa.

"Dengan agama kita mampu mengatur tatanan kehidupan dengan sempurna. Jadi sudah seharusnya nilai agama mendapat porsi utama dalam pendidikan di semua jenjang mulai pra sekolah hingga sekolah tinggi," ungkapnya.

Begitu pula dalam menghadapi carut marut problem yang sedang dihadapi saat ini, baik di krisis akibat pandemic Covid-19 dan di masa-masa selanjutnya.

"Sudah seharusnya kita kembali bersungguh menjalankan nilai agama yang dimulai dari pribadi, keluarga dan masyarakat karena inilah kunci tercapainya kenyamanan hidup dunia dan akhirat," tegas Politisi perempuan dari Fraksi PKS DPR RI ini.

Menurut Nur Azizah, kedua isu hangat tersebut menjadi tema utama dari setiap keluhan yang disampaikan kontituen yang ditemuinya. Ia kerab dibrondong pertanyaan mengenai kedua hal tersebut.[rah]

Komentar Pembaca