Doni Koesoema: Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Karena Mendikbud Jalan Sendirian

Politik  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 07:17:00 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Doni Koesoema: Pendidikan Jarak Jauh Amburadul Karena Mendikbud Jalan Sendirian

Nadiem Makarim/Net

Pemerhati pendidikan Doni Koesoema A mengkritik gaya komunikasi Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim.

Selama sembilan bulan mengomandani Kemendikbud, Nadiem dianggap hanya mau mendengarkan masukan dari segelintir orang yang diangkatnya sendiri.

Padahal untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia, Nadiem perlu mendegarkan masukan dari para stake holders pendidikan yang tersebar di berbagai lembaga.

Doni yang juga anggota Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) menilai, Nadiem terlalu eksklusif dalam membuat kebijakan sejak menjabat Mendikbud.

Nadiem dianggap belum terbuka dengan berbagai pihak yang berkepentingan dalam membuat kebijakan pendidikan.

Salah satunya dengan pemerintah daerah. Akibatnya banyak kebijakan yang tidak sinkron antara peraturan yang dikeluarkan pusat dengan implementasinya di daerah,” kata Doni dalam Webinar yang digelar Pustakapedia, Selasa malam (7/7).

Webinar mengambil tema Arah Pendidikan Kita: Mas Nadiem Mau ke Mana?”. Selain Doni, hadir sebagai narasumber dalam webinar tersebut Guru Besar Universitas gajah Mada (UGM) Prof. Dr. Wahyudi Kumorotomo dan Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Muhammad Ramli Rahim. Webinar dipantik oleh David Krisna Alka (Editor in Chief Pustakapedia), dan dipandu oleh editor senior Andriansyah Syihabuddin.

Doni menambahkan bahwa Mendkibud seharusnya mendengarkan banyak pihak. Hal itu karena program-program di Kemendikbud tidak cukup hanya ditangani tim di Kemendikbud.

Kata Doni, keengganan Nadiem membuka komunikasi dengan pihak lain membuat program Kemendikbud tidak dapat berjalan maksimal.

Karena saat ini saja terbukti, implementasi dari kebijakan yang dikeluarkan Nadiem seperti pembelajaran jarak jauh (PJJ) selama pandemi ini belum diimplementasikan dengan baik. PJJ dan lain lain masih amburadul,” ujar Doni.

Doni mengatakan bahwa ke depan Nadiem perlu membuka komunikasi dengan berbagai pihak. Apalagi kebijakan pendidikan sangatlah strategis yang tidak akan sanggup ditanggung Kemendikbud sendirian.

Sebenarnya itu bisa didialogkan, perlu keterbukaan. Pendidikan urusan bangsa, enggak bisa sendiri-sendiri. Jadi tetap perlu kerja sama dengan orang-orang yang relevan, lembaga-lembaga yang relevan, akademisi, dan lain-lain,” pungkas Doni.[dod]

Komentar Pembaca