Siswa Berprestasi Gagal Lolos SMA Negeri, Sosiolog: Apes! Sistem Pendidikan Dibikin Rumit

Megapolitan  JUM'AT, 10 JULI 2020 , 10:04:00 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Siswa Berprestasi Gagal Lolos SMA Negeri, Sosiolog: Apes! Sistem Pendidikan Dibikin Rumit

Aristawidya Maheswari/Net

Polemik Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020 di DKI Jakarta, menyisakan kisah pilu seorang siswi bernama Aristawidya Maheswari (15)

Pasalnya, Arista begitu remaja ini disapa, merupakan siswi berprestasi peraih 700 piala lulusan SMPN 92 Jakarta, yang tidak dapat diterima di SMA negeri meskipun telah menempuh semua jalur PPDB.

Menanggapi hal tersebut, Sosiolog Senior, Musni Umar melalui akun Twitter pribadinya merasa sangat prihatin dengan nasib yang dialami Arista.

"Apes! sistem pendidikan kita di buat rumit. Peraih 700 piala tak diterima dimana-mana," tulis Musni, Jumat (10/7).

Rektor Universitas Ibnu Chaldun ini mengungkapkan education for all sulit terwujud jika sistemnya pendidikan tidak fleksibel.

Musni pun memberikan semangat untuk Arista dan menyarankan agar dia tetap melanjutkan pendidikannya meskipun dengan masuk sekolah swasta.

"Saya sarankan masuk ke swasta saja. Kesuksesan tidak ditentukan belajar di sekolah negeri. Tetap bersemangat," tandasnya.

Polemik PPDB bermula karena Dinas Pendidikan DKI Jakarta dinilai diskriminatif lantaran penerimaan calon siswa lebih mengutamakan usia dibandingkan zonasi dan prestasi.[dod]

Komentar Pembaca